Tindakan Balasan, Korut Kembali Kirim Balon Pembawa Sampah

Jakarta, IDM – Korea Utara (Korut) kembali menerbangkan balon-balon pembawa sampah ke Korea Selatan (Korsel). Hal itu dilakukan usai Kim Yo Jong, pejabat penting sekaligus adik Presiden Korut Kim Jong Un, berjanji untuk membalas propaganda anti-Pyongyang.
Baca Juga: Ukraina dan Rusia Bertukar 190 Tawanan Perang
Dilansir dari Yonhap, Kamis (18/7), Kepala Staf Gabungan Korsel (Joint Chiefs of Staff/JCS) mengatakan bahwa balon-balon tersebut bergerak menuju bagian utara Provinsi Gyeonggi yang mengelilingi Ibu Kota Seoul. Masyarakat di sekitarnya dihimbau untuk tidak menyentuh balon yang jatuh dan melaporkannya kepada pihak militer atau polisi. Tidak disebutkan berapa jumlah balon yang dikirim Korut.
Korut diperkirakan telah meluncurkan lebih dari 2.000 balon pembawa sampah sejak akhir Mei, sebagai tindakan balas dendam terhadap propaganda anti-Pyongyang yang dikirim oleh para pembelot Korut dan aktivis Korsel. Para aktivis itu mengirim balon-balon yang membawa berbagai macam informasi terkait dunia luar termasuk drama dan K-Pop.
Baca Juga: Israel Perluas Pendudukan Ilegal di Tepi Barat, Sekjen PBB: Hancurkan Prospek Damai
Sebelumnya, Kim Yo Jong memperingatkan bahwa Korsel akan menghadapi konsekuensi yang "mengerikan dan merugikan" jika terus mengirim propaganda anti-Pyongyang. Korut memandang aktivitas itu sebagai ancaman karena Pemerintahan Kim Jong Un sangat membatasi rakyatnya untuk mendapat informasi soal luar negeri. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































