Badan Intelijen Korsel: Korut Pasok Amunisi Ke Rusia

Jakarta, IDM - Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (Korsel) atau NIS mengatakan bahwa Korea Utara (Korut) telah berkali-kali mengirim amunisi ke Rusia dan kini sedang mempersiapkan peluncuran satelit pengintai.
Dilansir dari Reuters, Kamis (2/11), upaya peluncuran satelit pengintai yang ketiga ini diduga memiliki presentase keberhasilan yang cukup tinggi dibanding sebelumnya. Di mana keduanya gagal karena kesalahan mesin pendorong setelah sempat mengudara.
Baca Juga: Ukraina Sebut Rusia Luncurkan Bom di Jalur Pelayaran Sipil
Selain itu, NIS juga melaporkan bahwa Korut telah melakukan lebih dari 10 kali pengiriman amunisi atau lebih dari sejuta butir peluru ke Rusia untuk digunakan dalam konflik Ukraina. Jumlah itu diperkirakan sama dengan persediaan amunisi yang dikeluarkan Rusia dalam pertempuran selama dua bulan.
“Korea Utara menjalankan pabrik amunisinya dengan kapasitas penuh untuk memenuhi permintaan pasokan militer ke Rusia dan bahkan memobilisasi penduduk dan pabrik sipil untuk membuat kotak amunisi untuk ekspor,” kata anggota komite parlemen Korsel Yoo Sang-bum, mengutip laporan NIS.
Baca Juga: Kapal Cina dan Jepang Kembali Bersitegang di Laut Cina Timur
Laporan NIS itu diungkapkan dalam sidang tertutup komite intelijen parlemen pada beberapa waktu lalu. Dalam laporan itu, kata Yoo, pengiriman amunisi dilakukan dengan kapal maupun pesawat dari Korut ke Rusia.
Sementara, upaya peluncuran satelit pengintai ini merupakan bagian dari ambisi Presiden Korut Kim Jong Un untuk meningkatkan kemampuan militer yang juga mencakup rudal balistik jarak jauh, kapal selam rudal balistik, dan rudal hipersonik. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































