AS Serang Iran Sebelas Malam Beruntun, Perang Telan Biaya 37,5 Miliar Dolar

Jakarta, IDM – Amerika Serikat (AS) meluncurkan serangan ke Iran selama sebelas malam berturut-turut. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan, konflik dengan Iran telah menelan biaya sekitar $37,5 miliar atau Rp671 triliun.
Baca Juga: Jepang Kecam Latihan Gabungan Cina-Rusia di Dalam ZEE
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengungkapkan, serangan terbaru menargetkan berbagai target militer Iran termasuk pusat operasi, kawasan maritim, hanggar pesawat, fasilitas penyimpanan drone, dan infrastruktur logistik.
Selain itu, Iran juga disebut telah menyerang lebih dari 30 kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz dalam tiga bulan terakhir. "Serangan yang tidak beralasan ini telah membahayakan ratusan pelaut yang tidak bersalah dan merusak kebebasan navigasi," kata CENTCOM melalui platform X, Rabu (22/7).
AS terus berupaya mengamankan Selat Hormuz agar tetap terbuka bagi transit kapal komersial. Sejak awal Mei, CENTCOM mengklaim telah membantu memfasilitasi transit sekitar 900 kapal komersial dan 450 juta barel minyak mentah.
Baca Juga: Houthi Ancam Blokade Maritim Arab Saudi
Melansir BBC, Hegseth melaporkan bahwa konflik telah menelan biaya $37,5 miliar ke hadapan Komite Alokasi Anggaran Senat (Senate Appropriations Committee). Ia juga mengusulkan dana tambahan, yang disebut krusial di tengah situasi genting.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































