INTERNASIONAL

AS Pertegas Kehadiran di Laut China Selatan

AS Pertegas Kehadiran di Laut China Selatan
/Dok. US NAVY

JAKARTA (IDM) - Kapal induk Amerika Serikat (AS) memasuki perairan Laut China Selatan, Minggu (24/1/2021). Pihak militer AS menyebut kehadiran mereka mempertegas dukungan pada ‘kebebasan navigasi’ di wilayah tersebut, seiring meningkatnya ketegangan antara China dan Taiwan.

Berdasarkan keterangan yang dirilis US Indo-Pacific Command (USINDOPACOM), lapor The Hill, Senin (25/1/2021), USS Theodore Roosevelt bertenaga nuklir (CVN-71) berada di barisan terdepan, didampingi USS Bunker Hill (Ticonderoga-class guided missile cruiser, CV-17), USS Russell (Arleigh Burke-class destroyer, DDG-59), dan USS John Finn (Arleigh Burke-class destroyer, DDG-113).

AS Pertegas Kehadiran di Laut China Selatan
Ticonderoga-class guided-missile cruiser USS Bunker Hill CG-52 (depan) dan Arleigh Burke-class guided-missile destroyer USS John Finn (DDG-113) transit thedi Samudera Pasifik, 15 Januari 2021. /Dok. US NAVY

“Setelah berlayar di perairan ini sepanjang karier saya 30 tahun, senang bisa kembali ke Laut China Selatan, melakukan operasi rutin, mendukung freedom of the seas, sekaligus menepis keraguan negara mitra dan aliansi kami,” ujar Laksamana Muda Doug Verissimo, dalam pernyataan. 

Ia menambahkan, “Dua per tiga perdagangan dunia melintasi wilayah perairan yang sangat penting ini. Jadi, penting bagi kami untuk selalu hadir dan memastikan tatanan dunia tetap terjaga, karena inilah yang akan membuat kita berjaya.”

AS Pertegas Kehadiran di Laut China Selatan
Kapal induk USS Theodore Roosevelt (CVN-71) pada 22 Januari 2021. /Dok. US NAVY

Barisan kapal induk AS memasuki area tersebut pada hari yang sama ketika Taiwan mendeteksi kehadiran jet tempur dan pesawat pengebom China menembus zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ).

Menurut The Associated Press, Taiwan merespons aksi provokasi China dengan mengacak pesawat tempur dan merilis ultimatum lewat sambungan radio. Mereka juga ‘membalas’ dengan mengerahkan sistem rudal pertahanan udara untuk memonitor aktivitas mereka. 

“Kami mendesak Beijing berhenti menekan Taiwan, baik secara militer, diplomatik, dan ekonomi; dan mulai membuka dialog dengan perwakilan terpilih Taiwan,” terang Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price. [issa/wan]

AS Pertegas Kehadiran di Laut China Selatan
Kapal induk USS Theodore Roosevelt CVN-71 transit di Samudera Pasifik, 15 Januari 2021. /Dok. US NAVY
PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.