AS dan Sekutu Berkomitmen Bantu Pertahanan Udara Ukraina

IDM - Amerika Serikat (AS) dan sekutu berjanji akan membantu Ukraina membangun sistem pertahanan udara yang lebih komprehensif untuk melindungi wilayahnya dari serangan rudal balistik dan pesawat tempur Rusia. Komitmen tersebut di utarakan saat pertemuan Kelompok Kontak Pertahanan Ukraina di Brussel, Belgia, Rabu (12/10).
Kelompok Kontak Pertahanan Ukraina (atau Ukraine Defense Contact Group) adalah aliansi yang dipimpin oleh AS untuk membantu Ukraina. Dilansir dari Defense.gov, sebuah laman resmi Pemerintah AS, Rabu (12/10), Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Mark A. Milley mengatakan bahwa “Apa yang diminta Ukraina dan apa yang kami pikir dapat disediakan adalah sistem pertahanan udara dan rudal yang terintegrasi. Sistem itu tidak mengendalikan semua wilayah udara di Ukraina. Tetapi mereka dirancang untuk mengendalikan target prioritas yang perlu dilindungi.”
Rusia telah meluncurkan rentetan rudal dan serangan udara termasuk ke infrastruktur sipil di berbagai kota termasuk Ibukota Kyiv. Hal ini dilakukan satu hari setelah insiden bom di jembatan utama yang menghubungkan Rusia ke Semenanjung Krimea. Serangan rudal Rusia mendapat kecaman dunia yang beranggapan bahwa serangan tersebut hanyalah menargetkan sipil tanpa tujuan militer.
Para memimpin AS menjelaskan beberapa sistem yang diklaim dapat membantu pertahanan Ukraina, salah satunya sistem S-300 yang sudah terbukti efektif. Selain itu, InfraRed Imaging System Tail (IRIS-T) Jerman merupakan sistem pertahanan yang sedang proses pengiriman. Menurut Mark, Pemerintah Ukraina telah meminta secara khusus sistem I-HAWK, sebuah rudal anti-pesawat udara jarak menengah milik Angkatan Darat AS.
Kelompok ini merespons kebutuhan Ukraina atas permohonannya terhadap bantuan sistem pertahanan udara yang lebih baik. Dalam pertemuan tersebut Menteri Pertahanan AS Lloyd J. Austin III berjanji bahwa “Sistem akan disediakan secepat yang kami bisa dan secara fisik membawanya ke sana. Kami akan melakukan semua yang kami bisa, secepat yang kami bisa untuk membantu pasukan Ukraina mendapatkan kemampuan yang mereka butuhkan untuk melindungi rakyat Ukraina. Itu sangat, sangat penting bagi kami.” (BP)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































