INTERNASIONAL

AS Bantah Latihan Multilateral Rimpac sebagai Rancangan Melawan China

AS Bantah Latihan Multilateral Rimpac sebagai Rancangan Melawan China
Kapal perang dari berbagai negara Indo-Pasifik peserta Rimpac 2022 di Hawaii, AS. (Media Angkatan Laut AS)

Jakarta, IDM - Kepala Armada Pasifik Amerika Serikat (AS) Laksamana Sam Paparo, menegaskan latihan militer bersama Rim of The Pacific (Rimpac), tidak dirancang untuk melawan China, namun untuk meningkatkan kemampuan koalisi negara Indo-Pasifik atas potensi konflik di beberapa tahun ke depan.

Paparo mengungkapkan, Rimpac 2022 mengintegrasikan kemampuan operasi amfibi dan serangan jarak jauh, di mana hal ini termasuk dalam skenario Taiwan pada 2027. Sebelumnya, China ingin mempercepat modernisasi militer yang ditargetkan rampung pada tiga tahun ke depan. Modernisasi ini dinilai bakal memperkuat kegiatan ekspansionis China terhadap Taiwan.

"Kami beroperasi dengan cara yang lebih terdistribusi dan lebih terjaring, sehingga penembak tidak harus terikat pada sensor dan senjata menerima data sensor dari berbagai sumber di berbagai spektrum, mengarah ke kekuatan yang dapat lebih bertahan, mematikan, dan sulit untuk ditargetkan," kata Paparo, dikutip dari Defense News, Rabu (13/7).

Paparo menjelaskan, Angkatan Laut dan Korps Marinir saat ini tengah mendalami konsep operasi maritim terdistribusi tersebut. Korps Marinir AS mempelajari bagaimana unit-unit kecil tersebar di wilayah Pasifik yang luas dan menyebarkan efek penginderaan dan mematikan. Menurutnya, banyak sekutu dan mitra militer Pasifik juga tertarik pada jenis konsep mematikan yang terdistribusi, karena melihat perubahan dalam segi teknologi dan ancaman.

"Transformasi teknologi serangan presisi dan dengan perubahan sensor dari dasar laut ke luar angkasa, sekutu dan mitra kami melihat, geografi tak lagi harus menjadi tempat perlindungan. Mereka harus lebih pintar bermanuver sehingga dapat menempatkan kemampuan armada pada posisi lebih mobile dan survivable," jelas Paparo.

Rimpac 2022 dimulai pada 29 Juni dan hingga awal Agustus mendatang. Latihan edisi tahun ini melibatkan 26 negara, 38 kapal, empat kapal selam, lebih dari 170 pesawat, sembilan pasukan darat, sekitar 30 sistem tak berawak di berbagai domain, dan lebih dari 25.000 orang. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.