Apresiasi Dino Patti Djalal untuk Prabowo: Indonesia is Back in Multilateral Diplomacy

Jakarta, IDM – Eks Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas pidatonya di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 23 September 2025.
Dalam pernyataan di akun Instagram pribadinya @dinopattidjalal, dikutip pada Rabu (24/9), ia menyatakan bahwa kehadiran Prabowo itu seakan menegaskan peran Indonesia dalam diplomasi multilateral.
“Pesan penting dari pidato Presiden Prabowo adalah Indonesia is back in multilateral diplomacy. Selama 11 tahun terakhir, sejak Presiden Joko Widodo tidak pernah hadir secara fisik di Sidang Majelis Umum PBB, ada persepsi bahwa Indonesia menjauh dari diplomasi multilateral. Pidato hari ini menghapus persepsi itu,” kata Dino.
Baca Juga: Bertemu Trump, Macron Tekankan Alasan Akui Negara Palestina
Diplomat senior itu menilai Prabowo menunjukkan sikap kenegarawanan yang positif saat menyerukan pentingnya persatuan dan perdamaian dunia. Pidato Prabowo, kata dia, juga kontras dengan prinsip Trump yang banyak memuji diri sendiri dan memandang rendah pihak lain.
"Beliau menjelaskan mengenai Indonesia, namun beliau menekankan pentingnya internasionalisme, dan beliau menekankan secara elegan bahwa negara-negara, umat manusia harus bersatu untuk perdamaian dunia," ujarnya.
"Ada kedewasaan berpikir dan sikap kenegarawanan (statesmanship) yang ditunjukkan beliau, dan ini tentu kontras dengan pidato sebelumnya yang disampaikan oleh Presiden Trump," sambungnya.
Poin-poin yang disampaikan Prabowo pun ia anggap sangat penting, seperti dukungannya dalam menyelesaikan konflik Palestina-Israel. Dino berpendapat, solusi dua negara yang disampaikan Prabowo sesuai dengan sikap negara-negara Arab dan mayoritas negara dunia lainnya.
Baca Juga: Di Sidang PBB, Prabowo Tekankan Bencana Kemanusiaan di Gaza Harus Segera Dihentikan
“Jika Israel mengakui kemerdekaan Palestina, maka Indonesia akan memberikan pengakuan diplomatik kepada Israel. Ini konsisten dengan posisi negara-negara Timur Tengah dan mayoritas dunia yang mendukung solusi dua negara,” ungkapnya.
Tidak hanya konflik Gaza, kata dia, seruan Prabowo tentang perlunya semua agama untuk menjaga persatuan krusial bagi kondisi sosial dan politik dunia. Ketidakpercayaan dan kebencian hanya akan memperburuk hubungan antarumat manusia.
Ia pun menyoroti pernyataan Prabowo terkait dukungan untuk PBB, yang telah banyak berperan dalam mendorong kebangkitan ekonomi Indonesia serta komitmen dalam mengatasi krisis iklim global.
Baca Juga: Pidato di PBB, Prabowo Sampaikan Harapan Perdamaian dan Persatuan
"Beliau menegaskan kembali bahwa Indonesia akan mencapai net zero 2060 atau sebelumnya, dan pembangunan Indonesia akan menekankan pada energi terbarukan. Ini penting karena sekarang berada dalam dekade krisis perubahan iklim, dan again , karena Amerika keluar dari Perjanjian Paris maka dibutuhkan semangat baru, dorongan baru," katanya.
Terakhir, Dino menilai pandangan Prabowo yang kontras di panggung dunia itu adalah yang dibutuhkan saat ini, suatu perdebatan yang tulus, nyata, tajam, dan konstruktif. Momen membanggakan yang patut diingat sepanjang masa.
"Tidak caci maki, tidak merendahkan orang, tapi penuh dengan solusi dan semangat internasionalisme, semangat kebersamaan pada saat dunia sedang going in the wrong direction, pada saat di mana multilateralisme sedang sakit. Jadi saya berikan two thumbs up untuk Presiden Prabowo dalam pidatonya. Sekali lagi, saya dan seluruh bangsa Indonesia, saya yakin cukup sangat, sangat bangga dan terharu," pungkasnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































