Angkatan Laut AS kerahkan Tiga Kapal Selam Pengintai ke LCS

Jakarta, IDM - Angkatan Laut AS, United States Navy (USN), telah mengirim tiga kapal selam pengintai ke perairan dekat China. Hal itu dinilai sebagai langkah provokatif dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan perang kapal selam dan antikapal selam melawan Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA).
Sejak 17 Maret lalu, tiga kapal pengintai Amerika Serikat telah beroperasi secara bersamaan dekat Laut China Selatan. Kegiatan intensif kapal pengintai AS di dekat China menunjukan bahwa AS memandang pentingnya peperangan bawah laut dalam konflik dengan Tentara Pembebasan Rakyat.
Sebab, jika mengandalkan kapal permukaan cukup berbahaya mengingat China memiliki kemampuan antikapal untuk berperang di dekat perairannya, seperti dikutip Global Times pada, Senin (28/03/22).
Sebelumnya pada tahun lalu, sebuah kapal selam bertenaga nuklir milik USN, USS Connecticut (SSN-22), bertabrakan dengan objek bawah laut di Laut China Selatan. Selain itu, USN juga diketahui sering mengirim kapal pengintai dekat perairan China dalam beberapa tahun terakhir.
Disinyalir, objek yang ditabrak oleh USS Connecticut adalah gunung bawah laut yang belum berhasil dipetakan oleh AS di Laut China Selatan. (ADT)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































