Angkatan Darat Singapura dan AS Kolaborasi Taktik di Tiger Balm 2022

Jakarta, IDM - Angkatan Darat Singapura dan Amerika Serikat (AS) berkolaborasi taktik, teknik, dan prosedur dalam latihan lapangan Tiger Balm 2022 yang digelar secara langsung untuk pertama kali sejak COVID-19 melanda dunia.
Kementerian Pertahanan Singapura (MINDEF) mengatakan, latihan tahunan yang digelar sejak 1981 silam ini adalah latihan bilateral terlama antara Singapura dan AS. Pada 2021 lalu, Tiger Balm sempat ditangguhkan secara tatap muka dan dilakukan lewat virtual karena pandemi.
"Kolaborasi dalam latihan tahunan edisi ke-40 ini adalah ciri khas dari hubungan yang sangat baik dan telah terjalin lama antara kedua angkatan bersenjata," jelas MINDEF, dikutip dari Anadolu Agency, Jumat (17/6).
MINDEF juga mengatakan, Angkatan Darat Singapura dan AS dalam latihan Tiger Balm 2022 ini juga melakukan program pertukaran profesional, kursus serta latihan bilateral dan multilateral yang mengharuskan para tentara dari kedua negara berinteraksi secara ekstensif.
"Interaksi reguler ini memupuk dan meningkatkan profesionalisme, persahabatan, dan saling pengertian di antara personel dari kedua tentara," ungkap MINDEF. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































