Afghanistan Ingin Berdamai dengan Pakistan Melalui Dialog

Jakarta, IDM – Afghanistan menyatakan bersedia untuk berdiskusi dengan Pakistan guna mencapai perdamaian di tengah konflik terbaru antara kedua negara tetangga tersebut.
"Kami telah berulang kali menekankan solusi damai dan masih menginginkan masalah ini diselesaikan melalui dialog," kata juru bicara pemerintah Afghanistan, Zabihullah Mujahid melansir AA, Sabtu (28/2).
Baca Juga: Presiden Prabowo dan MBZ Perkuat Hubungan Bilateral Menuju Kemitraan Strategis Baru
Menurut Mujahid, 13 tentara Afghanistan tewas dan 22 lainnya terluka akibat konflik dengan Pakistan. Sekitar 13 warga sipil juga terluka. Namun, ia memandang Pakistan "tidak menunjukkan kemauan untuk menyelesaikan masalah melalui dialog."
Ia juga mengklaim bahwa 55 tentara Pakistan telah tewas dan banyak lainnya terluka selama konflik di perbatasan, dengan sekitar 19 pos milik Pakistan hancur. "Kami memiliki 23 jenazah tentara Pakistan, selain beberapa yang ditangkap, yang jumlahnya akan kami umumkan nanti," ungkapnya.
Baca Juga: Pakistan Deklarasikan Perang Terbuka dengan Afghanistan
Ia pun menolak tuduhan bahwa negaranya memberi perlindungan pada kelompok militan yang menyerang Pakistan. Ia menekankan bahwa Afghanistan tidak mengizinkan individu atau kelompok mana pun menggunakan wilayahnya untuk melawan negara mana pun.
“Kebijakan luar negeri kami didasarkan pada rasa saling menghormati, dan kami tidak ingin menempuh jalan yang merugikan dan bermusuhan terhadap siapa pun,” pungkasnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































