Zelensky Siap Akhiri Perang dengan Rusia

Jakarta, IDM – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan siap untuk 'membekukan' konflik dan melanjutkan negosiasi diplomatik sebagai bagian dari upaya untuk mencapai perdamaian dengan Rusia.
Baca Juga: PBB Kecam Konflik yang Kembali Berkecamuk di Sudan
"Saat ini kita harus membekukan [konflik], dan menurut saya ini adalah cara nyata untuk mengakhiri perang ini," ujarnya, melansir Fox News, Rabu (21/10).
Menurutnya, langkah awal menuju deeskalasi berupa gencatan senjata yang mencakup aspek ketahanan pangan, aktivitas maritim, dan infrastruktur energi. Pihaknya juga akan berupaya melobi presiden Amerika Serikat (AS) dan para pemimpin Eropa untuk meminta jaminan keamanan.
Lebih lanjut, ia mengakui bahwa rakyat Ukraina telah lelah dengan perang, namun Ukraina tidak akan begitu saja melepaskan wilayahnya khususnya Donbas yang menjadi titik panas dengan Rusia.
Baca Juga: Cina Sebut USS Charleston Memasuki Perairan secara Ilegal
Ia juga memandang pertemuannya dengan Utusan Khusus AS, Steve Witkoff dan otoritas Eropa di Oslo, Norwegia berlangsung produktif. Pertemuan itu fokus pada langkah-langkah yang dapat ditempuh menuju perdamaian dan ia berharap pertemuan Witkoff dengan pihak Rusia akan membuahkan tanggapan.
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































