INTERNASIONAL

Tanggapi Korut, Korsel dan AS Kerahkan Jet Tempur dan Rudal Hyunmoo-II

Tanggapi Korut, Korsel dan AS Kerahkan Jet Tempur dan Rudal Hyunmoo-II
Dok : Korea defense blog

Jakarta, IDM – Kepala Staf Gabungan Korea Selatan Jenderal Kim Seung-kyum mengatakan Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) mengerahkan jet tempur serta menembakkan rudal balistik Hyunmoo-II ke Laut Timur guna menanggapi peluncuran rudal ICBM Korea Utara (Korut), Rabu (25/5).

"Militer Korsel memobilisasi sekitar 30 jet tempur F-15 dan menembakkan rudal Hyunmoo-II ke Laut Timur," kata Seung-Kyum, seperti dikutip Russia Today, Kamis (26/5).

Sementara itu, pasukan militer AS menembakkan MGM-140 Army Tactial Missile System (Atacms) ke arah yang sama.

Seperti diketahui, Korut telah meluncurkan uji coba rudal balistik antarbenua dan dua senjata jarak pendek ke perairan timur wilayahnya, Rabu (25/5). Hal tersebut dilakukan setelah Presiden AS menuntaskan lawatannya ke Asia guna membahas situasi dan meningkatkan kerja sama di wilayah Asia terhadap ancaman musuh.

Selain itu, Biden juga menekankan kembali komitmen AS pada pertahanan Republik Korea dan perluasan tindakan pencegahan ancaman nuklir Korea Utara. (ADT)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.