Setahun Bertugas di Lebanon, KRI Sultan Iskandar Muda Tuai Apresiasi Tinggi UNIFIL

Jakarta, IDM – Setelah setahun menjalankan misi perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), KRI Sultan Iskandar Muda-367 yang tergabung dalam Satgas Maritime Task Force (MTF) TNI Konga XXVIII-P UNIFIL menuai apresiasi tinggi dari pimpinan MTF UNIFIL.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Komandan MTF UNIFIL Laksamana Muda Stephan Plath, saat menerima kunjungan kehormatan dari jajaran satgas MTF TNI di Markas MTF UNIFIL, Naqoura, Lebanon Selatan, Rabu (31/12).
Kunjungan itu dipimpin Komandan Satgas MTF TNI Konga XXVIII-P UNIFIL sekaligus Komandan KRI Sultan Iskandar Muda-367, Letkol Laut (P) Anugerah Annurullah.
Baca Juga: Polandia Berambisi untuk Membangun Angkatan Bersenjata Terkuat di Eropa
Dalam pertemuan tersebut, Plath menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi dan profesionalisme prajurit TNI AL selama satu tahun masa penugasan.
Menurutnya, kehadiran KRI Sultan Iskandar Muda-367 memberikan kontribusi signifikan dalam menjaga stabilitas keamanan maritim di perairan Lebanon sekaligus mendukung peningkatan kemampuan Angkatan Laut Lebanon (LAF Navy).
“Kehadiran prajurit KRI Sultan Iskandar Muda-367 tidak hanya menunjukkan keunggulan taktis dalam operasi laut, tetapi juga berhasil melaksanakan diplomasi pertahanan melalui pendekatan budaya dan humanis,” ujar Plath, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Jumat (2/1).
Baca Juga: AS dan Eropa Bahas Langkah Guna Akhiri Konflik Ukraina-Rusia
Menanggapi hal itu, Annurullah menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan kerja sama yang terjalin selama masa penugasan.
“Capaian yang diraih merupakan hasil kerja keras seluruh prajurit satgas serta wujud nyata komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia,” ucap Annurullah.
Selain menyampaikan evaluasi kinerja, pertemuan tersebut juga membahas berbagai tantangan operasional yang dihadapi selama setahun terakhir. Kegiatan kemudian ditutup dengan pertukaran cenderamata sebagai simbol persahabatan dan kerja sama maritim internasional antara TNI AL dan UNIFIL. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































