INTERNASIONAL

Putin Tekankan Komitmen untuk Perkuat Aliansi Keamanan yang dipimpin Rusia

Presiden Rusia Vladimir Putin
Presiden Rusia Vladimir Putin saat pertemuan majelis parlemen CSTO di Moskow (Foto: Dok. Kremlin.ru)

Jakarta, IDM – Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan komitmennya untuk memperkuat Collective Security Treaty Organization (CSTO), organisasi keamanan kolektif yang dipimpin Moskow.

“Kami berkomitmen kuat untuk tugas memperkuat organisasi, meningkatkan kewenangannya dalam memastikan perdamaian dan stabilitas di seluruh wilayah Eurasia yang luas,” kata Putin saat pertemuan parlemen CSTO di Moskow melansir Kremlin.ru, Selasa (10/12).

Ia menuturkan, CSTO yang beranggotakan beberapa negara pecahan Uni Soviet itu dibangun atas semangat aliansi, persaudaraan militer, dan bantuan timbal balik.

Baca Juga: Israel Luncurkan Serangan Udara ke Sistem Senjata Strategis di Suriah

"Kami bersatu untuk pembentukan tatanan dunia multipolar yang adil, keamanan yang setara dan tak terpisahkan, saling menghormati kepentingan kedaulatan masing-masing, dan hak masing-masing atas model pembangunannya sendiri," imbuhnya.

Sebelumnya, Moskow menjadi tuan rumah pertemuan CSTO, yang terdiri dari para juru bicara parlemen negara-negara anggota yakni Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kirgistan, Rusia, dan Tajikistan. Namun, Armenia yang tidak ikut serta dalam pertemuan tersebut, karena Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan menangguhkan partisipasinya dalam CSTO.

Dalam pertemuan tersebut, CSTO menyatakan dukungan untuk mencegah perluasan konfrontasi lebih lanjut dan menciptakan kondisi guna mencapai perdamaian dan keamanan abadi di Timur Tengah.

Baca Juga: Presiden Ukraina Tambah Dana untuk Kerahkan Drone di Medan Tempur

Adapun, berdasarkan Pasal 3 dalam piagam perjanjian, tujuan CSTO adalah memperkuat perdamaian, keamanan, stabilitas internasional dan regional, melindungi kemerdekaan, integritas teritorial, dan kedaulatan negara-negara anggota secara kolektif.

“Jika salah satu Negara Pihak menjadi sasaran agresi oleh suatu negara atau sekelompok negara, maka hal ini akan dianggap sebagai agresi terhadap semua Negara Pihak pada Traktat ini,” bunyi pasal 4, dikutip dari laman resmi CSTO, Senin. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.