Peringati AS, China Gelar Latihan Militer di Laut China Selatan

Jakarta, IDM – Juru Bicara Komando Militer China Kolonel Shi Yi mengatakan bahwa China akan menggelar latihan militer untuk menanggapi peringatan terhadap Amerika Serikat, di Perairan Laut China Selatan, Rabu (25/5).
“Ini adalah peringatan serius terhadap kolusi baru-baru ini antara AS dan Taiwan,” kata Shi Yi, seperti dikutip dari Tass, Jumat (27/5).
Latihan militer China akan digelar pada Sabtu (28/5) di perairan yang berjarak kurang dari 25 kilometer sebelah selatan lepas pantai Provinsi Hainan, China. Militer China secara rutin melakukan latihan yang serupa di perairan laut China Selatan.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken menuduh Beijing telah meningkatkan ketegangan atas Taiwan.
“Beijing telah terlibat dalam retorika dan aktivitas yang semakin provokatif seperti menerbangkan pesawat PLA di dekat Taiwan hampir setiap hari ,” ujar Blinken seperti dikutip dari CNA Asia, Jumat (27/5).
Seperti diketahui, latihan tersebut digelar setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyatakan bahwa pihaknya siap terlibat secara militer jika Beijing menginvasi Taiwan. Pernyataan Biden tersebut membuat Negeri Tirai Bambu itu marah. (ADT)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































