PBB Kecam Pengakuan Israel atas Somaliland

Jakarta, IDM – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mengecam pengakuan Israel atas Somaliland, yang menurut beberapa negara juga dapat memiliki implikasi serius bagi warga Palestina di Gaza.
Kecaman itu diungkapkan dalam pertemuan darurat di New York pada beberapa waktu lalu. Amerika Serikat (AS) adalah satu-satunya dari 15 anggota DK PBB yang tidak mengecam pengakuan Israel atas wilayah separatis Somalia tersebut.
Dalam pidatonya di DK PBB, Duta besar Somalia untuk PBB Abu Bakr Dahir Osman, meminta agar para anggota dengan tegas menolak "tindakan agresi" Israel, yang menurutnya tidak hanya mengancam memecah belah Somalia tetapi juga untuk menggoyahkan wilayah Afrika.
Baca Juga: Bantah Serang Rumah Putin, Zelensky Tuduh Rusia tak Ingin Akhiri Konflik
Ia khawatir langkah itu dapat ditujukan untuk mewujudkan rencana Israel memindahkan penduduk Palestina dari Gaza ke wilayah barat laut Somalia. “Penghinaan total terhadap hukum dan moralitas ini harus dihentikan sekarang," katanya, melansir siaran UN, Selasa (30/12).
Pertemuan itu digelar setelah Israel menjadi negara pertama dan satu-satunya yang mengakui Republik Somaliland pekan lalu, yang memproklamirkan diri sebagai negara merdeka dan berdaulat.
Tammy Bruce, wakil delegasi AS untuk PBB, mengatakan kepada DK PBB bahwa Israel memiliki hak yang sama untuk menjalin hubungan diplomatik seperti negara berdaulat lainnya.
Namun, Bruce menyebut AS tidak memiliki pengumuman untuk disampaikan mengenai pengakuan AS terhadap Somaliland, dan tidak ada perubahan dalam kebijakan Amerika.
Sementara, Wakil Duta Besar Israel untuk PBB Jonathan Miller, mengatakan bahwa keputusan negaranya bukanlah langkah permusuhan terhadap Somalia, dan juga tidak menghalangi dialog di masa depan antara kedua pihak. Pengakuan bukanlah tindakan pembangkangan. Ini adalah sebuah kesempatan, ujar Miller.
Baca Juga: Presiden Korut Awasi Langsung Uji Coba Rudal Jelajah
Dalam pertemuan itu, beberapa negara lain mengaku khawatir atas dampak pengakuan Israel terhadap Somaliland, termasuk implikasinya bagi Palestina. Cina dan Inggris termasuk di antara anggota tetap DK PBB yang menolak langkah tersebut.
"Tidak ada negara yang boleh membantu dan mendukung pasukan separatis di negara lain untuk memajukan kepentingan geopolitik mereka sendiri," kata Duta Besar Cina untuk PBB Sun Lei.
Negara-negara tidak tetap DK PBB juga menyatakan hal serupa. Duta Besar Afrika Selatan untuk PBB Mathu Joyini menegaskan pengakuan atas "kedaulatan dan integritas teritorial" Somalia sesuai dengan hukum internasional, Piagam PBB, dan Undang-Undang Konstitutif Uni Afrika. (bp)
Hankam

TNI AD Siagakan Pasukan di Jakarta untuk Tangkal Ancaman yang Ganggu Stabilitas Negara
TNI Angkatan Darat memastikan pengerahan pasukan di Jakarta adalah bagian dari kesiapsiagaan menghadapi ancaman yang ganggu stabilitas negara. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono kepada wartawan di Jakarta, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































