Menhan Israel Ungkap Rencana Usir Warga Palestina dari Jalur Gaza

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa Israel masih berupaya untuk mengusir warga Palestina dari Jalur Gaza.
Melansir Al Jazeera, Jumat (4/9), saat konferensi yang diselenggarakan oleh Ynet, Katz mengatakan pengosongan Gaza, yang secara halus disebut sebagai 'migrasi' sukarela warga Palestina, tetap menjadi satu-satunya solusi. "Pada akhirnya, tidak ada solusi nyata untuk Gaza tanpa migrasi ini," kata Katz.
Ia menuturkan, pemerintah Israel siap untuk merebut Gaza "melalui laut, udara, dan dengan cara apa pun untuk melakukannya". Tetapi Mesir, yang berbatasan dengan wilayah Palestina, menolak untuk menerima para pengungsi Palestina.
Menurutnya, negara-negara lain yang mungkin menerima pengungsi Palestina akan butuh dukungan Amerika Serikat (AS). Gagasan ini, kata dia, didukung oleh Presiden AS Donald Trump tetapi 'dibekukan' sementara.
“Saat ini, Trump belum membatalkannya; dia telah membekukannya,” katanya, seraya menambahkan bahwa pemerintah Israel terus membahas rencana pembersihan etnis tersebut.
“Saya pikir pada akhirnya tidak ada solusi lain, demi kepentingan semua orang. Tetapi agar hal itu terjadi, kita membutuhkan AS, dan saatnya akan tiba,” imbuhnya.
Beberapa pejabat sayap kanan Israel sebelumnya juga telah menyerukan depopulasi warga Palestina. Proposal itu sempat didukung Trump secara terbuka pada awal masa kepresidenannya, yang menuai kecaman dari negara Timur Tengah.
Baca Juga: ICC Kecam Upaya untuk Mengikis Tatanan Hukum Internasional
Kemudian, Trump menginisiasi kesepakatan gencatan senjata yang secara eksplisit menegaskan hak warga Palestina untuk tetap tinggal di tanah mereka. "Tidak seorang pun akan dipaksa meninggalkan Gaza, dan mereka yang ingin pergi akan bebas untuk melakukannya dan bebas untuk kembali," bunyi salah satu poin kesepakatan tersebut.
Sejak gencatan senjata mulai berlaku pada Oktober 2025, Israel terus membatasi bantuan ke Gaza, dan mencegah rekonstruksi di wilayah tersebut sambil secara konstan menyerang warga Palestina.
Pada Juli lalu, Trump mengumumkan kesepakatan damai Gaza mencakup pelucutan senjata Hamas dan penarikan Pasukan Bersenjata Israel (Israel Defense Forces/IDF). Namun, Israel menolak proposal itu dan menegaskan takkan membuat konsesi apa pun sampai Gaza sepenuhnya didemiliterisasi.
Hankam

Tindaklanjuti Instruksi Presiden, TNI Kembali Kerahkan Tim Penyuluh Karhutla ke Sumatra dan Kalimantan
TNI mengerahkan 289 personel Seskoad ke Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan untuk memperkuat edukasi preventif dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan atas arahan Presiden Prabowo Subianto.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































