Lagi dan lagi! Helikopter Militer China Masuk ke Wilayah ADIZ Taiwan

Jakarta, IDM - Taiwan melaporkan, Rabu (11/5) helikopter militer milik China terlihat memasuki zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) Taiwan.
Dilansir dari taiwannews, Kamis (12/5) Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan bahwa satu helikopter perang anti-kapal selam Angakatan Udara Pembebasan Rakyat (PLAAF) Ka-28 terlihat di sebelah sudut barat daya ADIZ Taiwan.
Disisi lain, Taiwan langsung mengerahkan pesawat militer, mengeluarkan peringatan radio serta sistem pertahanan rudal pertahanan udara guna melacak helikopter PLAAF China.
Dalam sebulan terakhir, China telah mengirim sebanyak 40 pesawat militer ke Zona Identifikasi Taiwan termasuk 14 jet tempur, 13 pesawat pengintai, enam pembom serta tujuh helikopter.
Pada September 2020, China telah meningkatkan penggunaan taktik zona abu-abunya dengan secara rutin mengirim pesawat ke wilayah ADIZ Taiwan, sebagian besar kejadian terjadi di sudut barat daya.
Taktik zona abu-abu didefinisikan sebagai "upaya atau serangkaian upaya di luar pencegahan dan jaminan kondisi mapan yang berupaya mencapai tujuan keamanan seseorang tanpa menggunakan kekuatan langsung dan cukup besar." (ADT)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































