Korsel Siaga Atas Uji Coba Tembak Artileri Korut

Jakarta, IDM - Korea Selatan melaporkan bahwa Korea Utara melakukan uji coba tembakan artileri ke arah laut, Minggu (12/6).
Kepala Staf Gabungan Korea Selatan menyatakan bahwa pihaknya telah mendeteksi sejumlah benda yang diyakini sebagai artileri Korut. Selain itu, Korsel langsung bersiaga dan berkoordinasi ketat dengan Amerika Serikat di tengah ancaman Korut yang kian besar.
Dilansir dari Associated Press, Senin (13/6) militer Korsel kemudian melapokan sejumlah artileri pada pukul 08.07 dan 11.03 waktu setempat.
Peluncuran tembakan artileri tersebut menambah daftar panjang uji coba mutakhir yang dilakukan oleh Korut sepanjang tahun 2022. Tidak hanya itu, sejak awal tahun 2022 Korut telah bersemangat terhadap uji coba senjatanya, termasuk rudal jarak jauh.
Para pejabat Amerika Serikat (AS) dan Korsel mengatakan bahwa Korut hampir merampungkan persiapan untuk uji coba nuklir perdana dalam lima tahun belakangan.
Nantinya senjata nuklir tersebut dapat digunakan untuk menyerang target-target yang berada di Korsel. Namun demikian, belum ada bukti spesifik terkait prediksi ini.
Presiden Korea Utara Kim Jong-un mengakui bahwa negaranya berfokus pada peningkatan kapabilitas militer. (ADT)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































