Kecam Latihan AS-Korsel, Korut Pertegas Komitmen Kekuatan Nuklir

Jakarta, IDM – Korea Utara (Korut) mengecam latihan militer gabungan Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) dan menyatakan bahwa latihan itu memperkuat tekad Pyongyang untuk terus meningkatkan kekuatan nuklir.
Melansir KCNA, Senin (2/11), Kim Jong-sik selaku wakil direktur departemen di bawah Komite Sentral Partai Buruh Korea, menyebut latihan itu sebagai "simulasi perang nuklir paling mengerikan yang bertujuan menggunakan senjata nuklir terhadap DPRK."
Baca Juga: Suriah Pertimbangkan untuk Gabung Aliansi Makkah
DPRK merupakan singkatan dari Democratic People's Republic of Korea atau Republik Rakyat Demokratik Korea, nama resmi Korut. Lebih lanjut, menurutnya latihan gabungan Korsel-AS yang juga dikenal sebagai 'Iron Mace' itu menunjukan mereka konsisten ingin menekan Korut.
"Latihan Iron Mace, yang telah digelar setiap tahun sejak 2024, dengan jelas menunjukkan bahwa ambisi AS untuk menekan DPRK menggunakan senjata nuklir tidaklah berubah, bahkan ancaman semacam itu kian meningkat dari hari ke hari," ujarnya.
"Hal ini membuktikan betapa tepatnya langkah DPRK dalam upayanya untuk terus menambah kekuatan nuklir, yang mampu menghadapi ancaman nuklir tersebut secara menyeluruh," jelasnya.
Ia juga mengecam latihan militer AS dengan Korsel lainnya, termasuk 'Hoguk' dan 'Freedom Flag', serta latihan 'Keen Sword' dengan Jepang. Menurutnya, "pihak musuh telah meningkatkan pergerakan militer mereka, baik secara terbuka maupun tertutup."
Baca Juga: Di Pertemuan Menlu G20, Indonesia Tekankan Pentingnya Ketahanan Nasional
"Kenyataan ini sekali lagi mengajarkan kebenaran mendasar bahwa kekuatan adalah perdamaian, dan perdamaian hanya dapat dijamin melalui kekuatan," imbuhnya.
Ia menegaskan, Korut akan terus memaksimalkan kemampuan nuklir guna "mempertahankan kedaulatan dan keamanan negara, serta perdamaian kawasan, secara bertanggung jawab. Inilah fondasi misi dari deterens perang nuklir kami," pungkasnya.
Hankam

Rapat DPN, Menhan Sjafrie Kumpulkan Kepala BIN, Panglima TNI, Kapolri hingga Kepala Staf Angkatan
Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengumpulkan Wakil Menteri Pertahanan RI, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Panglima TNI, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) hingga tiga kepala staf angkatan di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Senin (2/11). Mereka berkumpul dalam…
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































