Kapal Induk China Lintasi Perairan Okinawa, Gertak Jepang?

Jakarta, IDM - Kementerian Pertahanan (Kemhan) Jepang mengatakan, Senin (2/5), delapan kapal Angkatan Laut China, termasuk sebuah kapal induk Liaoning, melintas di Okinawa selatan, Jepang.
Dilansir dari Reuters, Rabu (4/5) Kemhan Jepang menjelaskan kapal-kapal China yang melintasi perairan Okinawa selatan tersebut terdiri dari beberapa kapal perusak, dan berlayar di antara pulau utama Okinawa dan Miyakojima.
Meski demikian, Kemhan Jepang menambakan tidak ada serangan ke perairan teritorial Jepang. Dilaporkan hanya helikopter di atas kapal induk Liaoning yang lepas landas dan mendarat.
Ini merupakan pertama kalinya sebuah kapal induk China melintas di wilayah Okinawa selatan, Jepang sejak Desember tahun lalu.
Sementara itu, Armada ke-7 Amerika Serikat yang merupakan bagian dari pasukan Pasifik Angkatan Laut, tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Disis lain, Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan akan terus memantau pergerakan kelompok kapal induk, serta menggambarkan situasinya sebagai kegiatan normal.
Seperti diketahui pada April 2021 lalu, Kementerian Pertahanan China telah mendesak pemerintah Jepang untuk berhenti melakukan tindakan provokatif dan menahan diri untuk tidak menyerang China atas pulau-pulau yang disengketakan. (ADT)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































