Jerman Pertimbangkan Beli Rudal AS dan Israel

Jakarta, IDM – Jerman telah mempertimbangkan untuk membeli sistem pertahanan rudal dari Israel atau Amerika Serikat untuk mempertahankan diri dari ancaman asing, termasuk rudal Iskander Rusia di Kaliningrad.
Kepala Pertahanan Jerman Eberhard Zorn mengatakan pada, Sabtu (2/4) bahwa rudal Iskander dapat mencapai hampir seluruh Eropa Barat dan tidak ada perisai rudal ditempatkan untuk melindungi dari ancaman tersebut.
"Israel dan Amerika memiliki sistem seperti itu. Mana yang kita pilih? akankah kita berhasil membangun sistem (pertahanan rudal) secara keseluruhan di NATO? Ini adalah pertanyaan yang perlu kita jawab sekarang," kata Zorn dikutip dari Reuters, Senin (4/4).
Dia tidak menjelaskan secara rinci nama dari sistem pertahanan rudal yang dimaksud, tetapi kemungkinan besar mengacu pada Arrow 3 yang dibangun oleh Israel Aerospace Industries dan sistem THAAD yang diproduksi oleh perusahaan Amerika Serikat, Raytheon. Rudal Iskander merupakan sebuah sistem rudal balistik bergerak, yang menggantikan rudal Scud, Soviet. Rudal ini memiliki dua peluru kendali yang dapat membawa hulu ledak konvensional atau nuklir.
Pada 2018 Rusia mengatakan, telah mengerahkan rudal Iskander ke eksklave Kaliningrad, yaitu bagian dari Rusia yang berada di antara Polandia dan Lithuania. Dalam pidato penting beberapa hari setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Febuari lalu, Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan, Berlin akan menaikkan pengeluaran pertahanannya menjadi 2% lebih dari pengeluaran ekonomi dengan menyuntikkan 100 miliar Euro ke militer.
Zorn termasuk dalam kelompok pejabat tinggi yang berkonsultasi dengan Scholz tentang cara membelanjakan uang tersebut
“Sejauh ini, hanya satu hal yang jelas, Kami tidak punya waktu atau uang untuk mengembangkan sistem (pertahanan rudal) ini sendiri karena ancaman rudal diketahui sudah ada di sana,” ujar Zorn.
Dia menambahkan, bahwa Berlin telah mulai mempertimbangkan pembelian sistem semacam itu dan sekarang Berlin harus membuat keputusan. (ADT)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































