Jerman Dipastikan Beli Jet Tempur Buatan AS

Jakarta, IDM - Pemerintah Jerman dipastikan akan membeli jet tempur F-35 yang dibuat perusahaan Amerika Serikat (AS) Lookheed Martin.
Menteri Pertahanan Christine Lambrecht mengatakan, pembelian jet tempur itu untuk menggantikan pesawat Tornado yang sudah tua.
“Setelah melihat secara menyeluruh ke semua opsi yang tersedia, saya memutuskan untuk memulai pembelian pesawat F-35 sebagai pengganti Tornado dalam peran berbagi nuklir,” kata Lambrecht seperti dikutip Reuters, Selasa (15/3/2022).
Ia menyebut pembelian jet tempur F-35 itu juga menjadi bagian dari pergeseran tektonik dalam kebijakan keamanan dan pertahanan Jerman.
Keputusan Jerman membeli jet tempur AS tersebut, dapat membuat Prancis kecewa.
Pasalnya, hal itu dikhawatirkan dapat melemahkan kesepakatan pengembangan jet tempur gabungan antara Prancis dan Jerman yang disiapkan pada 2040 mendatang.
Dua pekan lalu, Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan tetap mendukung program pengembangan bersama jet tempur yang sedang berlangsung antara negaranya dengan Prancis. (ADT)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































