INTERNASIONAL

Dua Jenderal Unifil Kunjungi KRI Sultan Iskandar Muda 367

Dua Jenderal Unifil Kunjungi KRI Sultan Iskandar Muda 367
Dua Jenderal Unifil Kunjungi KRI Sultan Iskandar Muda 367

Lebanon, IDM - Force Commander UNIFIL Major GeneralS tefano Del Col Force dan Maritime Task Force (MTF)Commander Rear Admiral Andreas Mugge mengunjungi KRI Sultan Iskandar Muda-367 dalam rangka melaksanakan kunjungan kerja.

  • Dok. PMPP TNI

Kedatangan dua jenderal UNIFIL beserta rombongan langsung disambut oleh Komandan KRI SIM-367sekaligus Komandan Satgas MTF XXVIII-M/UNIFILLetkol Laut (P) Abdul Haris, S.E., M.M.D.S., beserta perwira KRI diawali dengan jajar kehormatan atau Guardof Honor yang dibingkai dalam penampilan tari Samanoleh prajurit KRI SIM-367 dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, bertempat di Pelabuhan Beirut, Lebanon (14/09/21).

Dalam kunjungan tersebut, Force Commander beserta rombongan melaksanakan Ship Tour, meninjau beberapa pos tempur diantaranya, pusat informasi tempur, anjungan, ruang mesin dan MCR kemudian dilanjutkan diskusi tentang kegiatan KRI SIM-367 pada misi perdamaian di Lebanon. (man)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.