Bahrain Gabung Satgas Drone Pimpinan AS

Jakarta, IDM – Komando Pusat Amerika Serikat (AS) atau CENTCOM mengumumkan bahwa Bahrain bergabung dalam satuan tugas drone serang multinasional dan multidomain ‘Task Force Falcon Strike’.
"Kami sangat senang menyambut Bahrain dalam Task Force Falcon Strike setelah kerajaan tersebut menegaskan komitmennya untuk bergabung dengan CENTCOM dalam membentuk unit drone serang multinasional pertama di dunia. Bahrain merupakan mitra yang teguh dalam memperkuat keamanan dan stabilitas kawasan," kata Komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper, melansir platform X, Kamis (1/10).
Baca Juga: Ranjau Meledak di Zona Demiliterisasi, Korut Bantah Terlibat
Task Force Falcon Strike dibentuk pada 13 Agustus 2026. Satuan ini akan mengerahkan drone serang sekali pakai atau one-way attack drones yang beroperasi di udara, di permukaan, dan di bawah laut, serta diawaki oleh personel militer dari AS dan negara-negara mitra.
Pembentukan satuan itu diungkapkan sembilan bulan setelah CENTCOM membentuk ‘Task Force Scorpion Strike’, yakni skuadron drone serang sekali pakai militer AS di Timur Tengah. Satgas itu disebut sebagai tonggak sejarah, yang telah mengerahkan one-way attack drones selama Operasi Epic Fury dan dalam serangan terhadap fasilitas pelabuhan Iran pada Juli lalu.
Baca Juga: Misi Pimpinan AS untuk Perangi ISIS di Irak Berakhir
“Task Force Falcon Strike akan mengembangkan keberhasilan Scorpion Strike, mengingat inovasi luar biasa yang terjadi di kalangan sekutu dan mitra regional kami,” ujar Cooper.
Task Force Falcon Strike akan meningkatkan skala kemampuan drone serang di seluruh Timur Tengah menjadi kekuatan deterens multidomain dan multinasional. Personel dari U.S. Special Operations Command Central (SOCCENT) selaku pihak yang memimpin operasional Scorpion Strike, juga akan memimpin satuan drone multinasional tersebut.
Hankam

TNI AD Siagakan Pasukan di Jakarta untuk Tangkal Ancaman yang Ganggu Stabilitas Negara
TNI Angkatan Darat memastikan pengerahan pasukan di Jakarta adalah bagian dari kesiapsiagaan menghadapi ancaman yang ganggu stabilitas negara. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono kepada wartawan di Jakarta, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































