AS Tuding Iran, Dalang Serangan Rudal ke Gedung Konsulat AS

Jakarta, IDM – Gedung Konsulat Amerika Serikat di kota Arbil, Kurdi, Irak menjadi target sasaran rudal pada hari Minggu (13/3). Otoritas AS dan Irak meyakini Iran adalah dalang dari serangan tersebut.
Serangan sejumlah rudal yang jatuh di dekat kompleks Gedung Konsulat AS, di kota Arbil, Irak Utara. Amerika Serikat sedang bekerja sama dengan Irak dan pemerintah Kurdi dalam mengupayakan kemampuan pertahanan dari serangan rudal saat Iran menyerang Arbil.
Sementara itu, Dilansir dari laman The Guardian.com, Senin (14/3) pejabat Amerika Serikat telah melaporkan bahwa tidak ada korban militer AS pada peristiwa ini, tetapi tidak menjelaskan tentang korban sipil. Dahulu, pasukan AS yang ditempatkan di kompleks Bandara Internasional sering mendapat serangan rudal dan drone. Sampai saat ini, pejabat AS masih menyalahkan kelompok-kelompok yang bersekutu dengan Iran.
Selain itu, Stasiun Televisi Kurdisten24 telah mendokumentasikan kondisi studio setelah serangan rudal yang menghantam. Bahkan beberapa warga Arbil memposting video saat terjadinya ledakan besar yang mengguncang dan terasa hingga ke rumahnya.
“ Pengulangan tindakan kejahatan akan di balas dengan tegas dan destruktif. Kami meyakinkan rakyat Iran bahwa keamanan dan stabilitas negara merupakan garis merah bagi angkatan bersenjata Iran,” ujar Korps Prajurit Revolusi.
Jadi, pada akhirnya semua serangan yang terjadi disebabkan, karena negosiasi pembicaraan nuklir antara Iran menemui jalan buntu dan belum jelas apakah akan ada upaya untuk menjelaskan negosiasi. (BFM)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































