AS Dukung Lebanon Tegakkan Kedaulatan

Jakarta, IDM – Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Beirut mengatakan bahwa keputusan tentang perdamaian harus sepenuhnya berada di tangan Lebanon, dan kedaulatan ditegakkan melalui Angkatan Bersenjata Lebanon (Lebanon Armed Forces/LAF).
"Setiap hari, rakyat Lebanon menunjukkan dengan jelas bahwa mereka lebih memilih institusi negara Lebanon daripada persenjataan Hizbullah. Lebanon Selatan bukanlah milik aktor regional ataupun milisi," katanya melansir platform X @usembassybeirut, Kamis (10/9).
Baca Juga: Pakistan: Serangan Houthi ke Arab Saudi Dapat Picu Respons Pertahanan Kolektif
"AS mengapresiasi masyarakat dan mendukung pemerintah Lebanon dalam tujuannya untuk menegakkan kedaulatan, yang dilaksanakan oleh Angkatan Bersenjata Lebanon (LAF) serta memastikan bahwa keputusan mengenai perang dan damai sepenuhnya berada di tangan negara Lebanon," sambungnya.
Pernyataan ini muncul di tengah perundingan damai antara Lebanon dan Israel yang didorong AS, mengenai penarikan Pasukan Bersenjata Israel (Israel Defense Forces/IDF) dari Lebanon Selatan dan pelucutan senjata Hizbullah.
Saat sesi ke-166 Dewan Liga Arab di Kairo, Menteri Luar Negeri Lebanon Youssef Rajji mengatakan bahwa negosiasi yang disponsori AS adalah "cara paling efektif" untuk menghentikan serangan Israel dan memaksa Israel untuk mundur ke garis perbatasan yang diakui secara internasional.
Baca Juga: Indonesia Bersama 7 Negara Dukung Pelarangan Impor Barang dari Permukinan Ilegal Israel
Delegasi Lebanon dan Israel telah menggelar tujuh putaran negosiasi langsung berkat mediasi AS. Lima putaran pertama berlangsung di Washington dan menghasilkan kesepakatan kerangka kerja yang ditandatangani pada 26 Juni lalu. Sedangkan, dua sesi negosiasi lainnya dilakukan di Roma. Kerangka kerja itu mencakup penarikan bertahap IDF dari wilayah Lebanon yang diduduki bersamaan dengan pengerahan LAF dan pelucutan senjata Hizbullah.
Namun, Israel terus melakukan serangan di Lebanon. Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon pada akhir Agustus lalu, konflik telah menewaskan lebih dari 4.000 orang dan melukai lebih dari 12.000 orang.
Hankam

TNI AD Siagakan Pasukan di Jakarta untuk Tangkal Ancaman yang Ganggu Stabilitas Negara
TNI Angkatan Darat memastikan pengerahan pasukan di Jakarta adalah bagian dari kesiapsiagaan menghadapi ancaman yang ganggu stabilitas negara. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono kepada wartawan di Jakarta, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































