AS Cemaskan Pembangunan Pangkalan AL China di Kamboja

Jakarta, IDM – Juru Bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Ned Price mengatakan bahwa Amerika Serikat mengkhawatirkan dengan adanya pembangunan Pangkalan Angkatan Laut militer China di Kamboja, Selasa (7/6).
“Kami telah melihat China terlibat dalam proyek konstruksi signifikan yang sedang berlangsung di Pangkalan Angkatan Laut Ream. Seperti kami sampaikan kehadiran militer china secar langsung di Ream bisa mengancam otonomi Kamboja dan mengganggu keamanan kawasan,” kata Price seperti dikutip dari Sputnik, Rabu (8/6).
Price juga menambahkan bahwa AS khawatir terkait kurangnya transparansi mengenai proyek tersebut dan termasuk mengenai keterlibatan militer China dalam pembangunan serta pemanfaatan fasilitas pasca konstruksi.
Sebelumnya, China dan Kamboja telah membantah atas laporan Kamboja yang mengizinkan kehadiran militer China di Pangkalan Angkatan Laut Ream di Teluk Thailand. Kehadiran Pangkalan Angkatan Laut China tersebut akan menandai suatu tindakan yang signifikan dalam akses militer China di Indo-Pacific, yang saat ini hanya memiliki satu Pangkalan Angkatan Laut di Negara Djibouti di Afrika Timur. (ADT)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































