3.542 Ranjau Darat hingga UXO Disingkirkan di Yaman selama Oktober

Jakarta, IDM – Sebanyak 3.542 ranjau darat, amunisi belum meledak (unexploded ordnance/UXO), dan alat peledak (improvised explosive devices/IED) telah dibersihkan di Yaman dalam 16 hari pertama bulan Oktober.
Baca Juga: Qatar akan Umumkan Inisiatif Pertahanan Baru
Hal itu diungkapkan oleh The Saudi Project for Landmine Clearance MASAM, tim yang diinisiatif oleh Arab Saudi untuk menyapu ranjau darat, UXO, serta IED di seluruh wilayah Yaman.
"Barang-barang yang disingkirkan selama periode ini termasuk 3.356 amunisi yang belum meledak, 106 ranjau antitank, 74 ranjau antipersonnel, dan 6 IED," kata The Saudi Project for Landmine Clearance MASAM dalam pernyataan tertulis, dikutip pada Senin (19/10).
Selama pekan lalu saja, tim tersebut telah menyingkirkan 902 UXO, 39 ranjau antitank, 50 ranjau antipersonnel, dan 4 IED. Hampir seribu benda berbahaya itu dibersihkan dari lahan seluas 135.103 meter persegi.
Baca Juga: Anggota GCC Kecam Serangan Houthi ke Arab Saudi
Sejak dibentuk pada akhir Juni 2018, tim itu telah membersihkan total 597.031 ranjau darat, UXO dan IED. Sementara hingga 16 Oktober 2026, mereka telah membersihkan 86.314.247 meter persegi lahan di Yaman. Jumlah itu menunjukan bahwa Yaman menjadi salah satu satu negara yang paling terkontaminasi oleh ranjau darat dan UXO di dunia.
Hankam

TNI AD Siagakan Pasukan di Jakarta untuk Tangkal Ancaman yang Ganggu Stabilitas Negara
TNI Angkatan Darat memastikan pengerahan pasukan di Jakarta adalah bagian dari kesiapsiagaan menghadapi ancaman yang ganggu stabilitas negara. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono kepada wartawan di Jakarta, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































