Perkuat Kerja Sama Strategis, Angkatan Udara Israel-Yunani Latihan Militer Bersama

Jakarta, IDM - Pesawat militer Angkatan Udara Israel dan Yunani menggelar latihan terbang bersama, pada Rabu, (13/7). Latihan ini bertujuan memperkuat kerja sama strategis dan internasional antar kedua negara tersebut.
"Latihan udara ini adalah platform untuk pembelajaran bersama dan meningkatkan hubungan antara kedua angkatan udara," ujar keterangan resmi Militer Israel, dilansir dari Anadolu Agency, Kamis (14/7).
Selain itu, militer Israel mengungkapkan, pelaksanaan latihan udara Israel-Yunani juga membantu meningkatkan kesiapan pertempuran dalam skenario yang berbeda.
"Latihan ini juga berkontribusi untuk memajukan berbagai kemampuan tempur militer dan kompetensi mereka dalam skenario pertempuran yang menjadi tantangan bagi awak pesawat dan tim teknis," tambahnya.
Militer Israel mengatakan, latihan udara tersebut mulai diadakan pada Selasa, (12/7) di atas langit Israel. Dalam latihan juga dilaksanakan simulasi operasi pengisian bahan bakar dan pertempuran udara ke tingkat lanjut. (at)
Hankam

Penertiban Bendera di Aceh Tewaskan Warga, TNI AD: Kami Pakai Peluru Hampa dan Karet Peluru Hampa dan Karet
TNI AD menyatakan tindakan pengamanan saat penertiban Bendera Bulan Bintang di Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, menggunakan peluru hampa dan karet setelah massa anarkis. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu warga tewas serta belasan warga dan prajurit luka-luka.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































