KTT NATO akan Tegaskan Komitmen Keamanan Kolektif

Jakarta, IDM – KTT NATO akan menjadi momentum bagi negara-negara anggota menegaskan komitmen dalam meningkatkan kekuatan militer, kerja sama industri pertahanan, dan mempercepat pengembangan senjata canggih.
Wakil Menteri Pertahanan Jerman Nils Schmid menuturkan, komitmen itu telah ditunjukkan dengan kontribusi yang lebih banyak oleh negara-negara anggota. Hal itu ia ungkapkan menyoroti kritik Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait beban finansial dan peran militer yang tidak seimbang dalam aliansi tersebut.
“Trump dapat yakin bahwa pengalihan beban bukan hanya slogan, tetapi juga tindakan nyata, dan kita telah melihat ini tidak hanya di Jerman tetapi juga di antara negara-negara anggota Eropa lainnya,” kata Nils Schmid melansir Anadolu, Senin (6/7).
Baca Juga: Besok! Prosesi Pemakaman Khamenei Dimulai
“Kami berharap KTT Ankara akan mengirimkan sinyal persatuan yang jelas bahwa NATO adalah lembaga sentral untuk pertahanan kolektif," sambungnya.
Menurutnya, anggota NATO telah mulai secara signifikan meningkatkan anggaran pertahanan dan sedang berupaya memenuhi target yang ditetapkan pada KTT NATO di Den Haag tahun lalu. Karena itu, para pemimpin sepakat untuk menaikkan anggaran pertahanan menjadi 5% dari PDB.
Dari total target selama sepuluh tahun tersebut, alokasi untuk pertahanan inti ditetapkan minimal sebesar 3,5% dari PDB. Sementara, sisa anggaran sebesar 1,5% dialokasikan untuk investasi pendukung keamanan, seperti infrastruktur dan logistik.
Baca Juga: Cina Uji Coba Rudal dari Kapal Selam Nuklir, Picu Kekhawatiran di Kawasan
“Saya ingin mencatat bahwa semua sekutu Eropa sekarang telah melewati ambang batas target pengeluaran 2%, dan sekarang semakin banyak sekutu Eropa yang sedang berupaya meningkatkan pengeluaran militer mereka hingga 3,5% dari PDB,” imbuhnya.
“Tentu saja, ada gambaran yang beragam di seluruh negara anggota Eropa, tetapi saya dapat memberi tahu Anda bahwa Jerman, sebagai ekonomi terbesar kedua di NATO setelah AS, sekarang siap untuk memenuhi target ini pada tahun 2029, jauh sebelum waktu yang ditetapkan yaitu tahun 2035,” pungkasnya.
Hankam

TNI AD Siagakan Pasukan di Jakarta untuk Tangkal Ancaman yang Ganggu Stabilitas Negara
TNI Angkatan Darat memastikan pengerahan pasukan di Jakarta adalah bagian dari kesiapsiagaan menghadapi ancaman yang ganggu stabilitas negara. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono kepada wartawan di Jakarta, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































