ANALISA

Kesepakatan Dagang AS-Indonesia Buka Peluang Penguatan Alutsista dan Infrastruktur Militer

Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: Whitehouse.gov)

Jakarta, IDM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi mengumumkan penurunan tarif impor untuk Indonesia dari sebelumnya 32% menjadi 19%. Langkah ini merupakan bagian dari kesepakatan dagang bilateral yang disebut-sebut menguntungkan kedua negara.

Dalam pernyataannya, Trump menegaskan, Amerika akan memiliki akses penuh ke Indonesia dan tidak akan membayar tarif impor apapun. Ia juga menyebut sejumlah kesepakatan penting akan segera dirilis.

Sebagai bagian dari perjanjian dagang tersebut, Indonesia berkomitmen untuk membeli berbagai produk dari Amerika Serikat, termasuk energi senilai USD 15 miliar, produk pertanian sebesar USD 4,5 miliar, serta 50 unit pesawat Boeing, termasuk tipe Boeing 777. Kesepakatan ini dikonfirmasi setelah dialog bilateral antara Presiden Trump dan Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: Mewujudkan Kesemestaan Pertahanan Nasional Melalui Strategi Tri Sula Nusantara

Langkah ini memunculkan berbagai analisis dari sejumlah pihak, termasuk dari analis pertahanan Fauzan Malufti.

Ia menilai masih belum jelas apakah kesepakatan ini berdampak langsung pada rencana pembelian jet tempur F-15EX. Menurutnya, detail lebih lanjut masih dinantikan untuk mengetahui efeknya terhadap neraca perdagangan dan kapasitas fiskal pemerintah.

Di sisi lain, jelas Fauzan, potensi terhadap industri pertahanan Indonesia juga mulai diperbincangkan. Penurunan tarif impor bisa memberikan keuntungan bagi sektor komponen dan suku cadang militer yang selama ini bergantung pada pasokan dari Amerika Serikat.

Baca Juga: Menyulam Ingatan Kolektif: TNI, Rakyat, dan Republik yang Diperjuangkan

“Namun, variabel seperti nilai tukar, volume transaksi, dan skema pembelian tetap menjadi penentu utama,” kata Fauzan saat dihubungi Indonesia Defense Magazine, Rabu (16/7).

Sementara itu, beberapa hari sebelum Trump mengumumkan penurunan tarif, Wakil Menteri Pertahanan RI Donny Ermawan Taufanto menerima kunjungan kehormatan dari Plt. Asisten Menteri Pertahanan AS untuk Urusan Keamanan Indo-Pasifik, Jedidiah P Royal, di Kementerian Pertahanan, Jakarta. Kunjungan tersebut bertujuan mempererat kerja sama strategis di kawasan Indo-Pasifik yang semakin dinamis.

Wamenhan menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan penyelenggaraan Dialog Keamanan Indonesia–AS (IUSSD) ke-21 pada Mei lalu. Kedua belah pihak sepakat untuk terus memperkuat kemitraan strategis komprehensif yang adaptif terhadap tantangan global dan dinamika regional. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.