ANALISA

Analis Pertahanan Sebut Dua Pos Wamenhan Berfokus pada Strategi dan Logistik

Presiden Prabowo Subianto
Presiden Prabowo Subianto melantik dua jenderal TNI untuk mengisi pos Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Wamenhan RI) di Istana Negara pada Kamis (15/10). (Foto: Dok. PRESIDENRI.GO.ID)

Jakarta, IDM – Presiden Prabowo Subianto baru saja melantik dua jenderal TNI untuk mengisi pos Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Wamenhan RI) di Istana Negara pada Kamis (15/10). Kedua jenderal tersebut adalah Jenderal TNI Richard Tampubolon dan Marsekal TNI Yusuf Jauhari.

Richard yang kini menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan 1 memiliki tugas di bidang strategi, doktrin, dan pembangunan kekuatan. Sementara Yusuf Jauhari sebagai Wamenhan 2 akan berfokus pada bidang logistik, industri pertahanan, dan teknologi.

Analis pertahanan sekaligus Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, menilai, pengangkatan Jenderal TNI Richard Tampubolon dan Marsekal TNI Yusuf Jauhari mencerminkan kebutuhan pengelolaan sektor pertahanan yang semakin kompleks.

Baca Juga: Penerbangan Angkatan Laut di Garibaldi: Apa yang Sebenarnya Hendak Kita Bangun?

“Pembagian tanggung jawab antara strategi, doktrin, dan pembangunan kekuatan di satu sisi, serta logistik, industri pertahanan, dan teknologi di sisi lain, memungkinkan penguatan koordinasi yang lebih terfokus dalam mendukung Menteri Pertahanan,” jelas Fahmi kepada Indonesia Defense Magazine, Jumat (16/10).

Menurut Fahmi, Wamenhan yang saat ini diisi oleh dua orang merupakan langkah strategis. Pasalnya, modernisasi pertahanan tidak cukup hanya dengan melakukan pengadaan alutsista saja, tetapi juga harus dipastikan kesiapan personel, dukungan logistik, pemeliharaan, penguasaan teknologi, dan keberlanjutan kemampuan operasional.

“Dengan pembagian tugas tersebut, ada peluang memperkuat kesinambungan antara perencanaan kekuatan jangka panjang dan kebutuhan operasional TNI,” kata Fahmi.

Mengenai langkah strategis yang dilakukan Presiden Prabowo terkait perombakan jabatan strategis, ia melihat jika hal ini bukan soal penyegaran kepemimpinan saja, tetapi penataan fungsi dan penguatan kapasitas eksekusi pemerintahan.

“Ada kesan kuat bahwa presiden ingin memastikan sektor-sektor strategis ditangani figur yang memiliki kemampuan koordinasi, kepemimpinan, dan mobilitas sumber daya yang kuat untuk mempercepat pencapaian agenda pemerintahannya,” kata Fahmi.

Meski begitu, lanjutnya, mengukur keberhasilan perombakan ini bukan terletak pada banyaknya posisi yang diisi perwira militer, melainkan pada hasil yang bisa dicapai.

“Penguatan struktur Kementerian Pertahanan harus berdampak pada peningkatan kemampuan dan kesiapan pertahanan,” ucap Fahmi.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan bahwa pengangkatan dua posisi Wamenhan RI sebagai langkah antisipatif pemerintah dalam merespons dinamika lingkungan strategis, kompleksitas tantangan pertahanan modern, serta percepatan modernisasi alutsista nasional.

Baca Juga: Masa Depan Pertahanan Indonesia, Kapal Selam jadi Penentu Kedaulatan Maritim

Pembagian fokus kepemimpinan, jelas Rico, menjadi vital agar pengelolaan strategi pertahanan nasional dan penyediaan sarana pertahanan dapat berjalan secara efisien, terukur, serta responsif terhadap ancaman geopolitik maupun teknologi modern.

“Secara teknis operasional, Jenderal TNI Richard Tampubolon memiliki fokus pada pembinaan doktrin militer, perancangan arah kebijakan strategi pertahanan nasional, serta perencanaan pembangunan kekuatan TNI jangka panjang,” kata Rico.

Sedangkan Marsekal TNI Yusuf Jauhari ditugaskan pada modernisasi alutsista, penguatan ekosistem kemandirian industri pertahanan dalam negeri, alih teknologi, serta pengelolaan rantai pasok logistik pertahanan.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.