ANALISA

Diplomasi Pertahanan ke Turkiye-Bosnia-Pakistan, Menhan Sjafrie Dinilai Ingin Perkuat Indhan Nasional

Sjafrie Sjamsoeddin dan Tandyo Budi Revita
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin (tengah) didampingi Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita bertemu Menteri Produksi Pertahanan Pakistan. (Foto: Dok. Kemhan RI)

Jakarta, IDM – Pengamat politik sekaligus Dosen Hubungan Sipil Militer Universitas Pertahanan RI RAj Mayyasari Timoer Gondokusumo menilai bahwa agenda diplomasi Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin ke Turkiye, Bosnia dan Herzegovina serta Pakistan dalam rangka memperkuat industri pertahanan nasional.

Diketahui, Menhan Sjafrie yang didampingi Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Kepala Badan Logistik Pertahanan Kementerian Pertahanan RI Laksdya TNI Yusuf Jauhari, dan Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Kementerian Pertahanan Mayjen TNI Agus Widodo melakukan diplomasi pertahanan ke tiga negara tersebut pada 9-12 Januari 2026.

Di Ankara, Turkiye, Menhan Sjafrie dan Menteri Luar Negeri Sugiono menggelar pertemuan 2+2 dengan Menhan dan Menlu Turkiye. Pertemuan tersebut membahas komitmen bersama untuk mendorong kemandirian pertahanan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan penguatan kerja sama industri pertahanan yang saling menguntungkan.

Baca Juga: Pengamat: Krisis Geopolitik Global Perlu Disikapi dengan Kesiapsiagaan Pertahanan Nasional

Mayyasari mengatakan, diplomasi Sjafrie ke tiga negara strategis tersebut merupakan strategi soft power yang sangat visioner dan rasional dengan mengutamakan kerja sama industri pertahanan.

“(Meliputi) transfer teknologi dan penguatan kapasitas pertahanan, hingga (dilakukan) diplomasi yang sangat komprehensif meliputi aspek keamanan, industri, dan bilateral,” kata Mayyasari kepada Indonesia Defense Magazine (IDM), Jumat (16/1).

Pertemuan 2+2 di Ankara Turkiye.
Pertemuan 2+2 di Ankara Turkiye. (Foto: Dok. Kemhan RI)

Mayyasari menambahkan, kemitraan strategis yang disasar Sjafrie bukan sekadar jual beli atau belanja alat utama sistem persenjataan (alutsista), tetapi berfokus pada pembangunan ekosistem industri pertahanan yang berkelanjutan melalui kerja sama transfer teknologi yang melibatkan Aselsan dan perusahaan swasta nasional Republikorp dengan joint venture.

Baca Juga: Analis Pertahanan Sebut Strategi ‘Capit Udang’ Respons Perjanjian Keamanan Bilateral Indonesia-Australia

“(Dengan) melalui pengawasan negara (trade of strategis) untuk melengkapi suplai dan kinerja perusahaan negara di dalam industri pertahanan agar semakin maksimal,” kata Mayyasari.

Mayyasari menyebutkan, Turkiye menguasai teknologi militer yang sangat krusial dan melakukan transformasi perubahan yang besar di dalam industri pertahanan mereka.

“Indonesia bisa belajar kemandirian industri pertahanan dari Turkiye dengan ruang gerak yang lebih berdaulat dan bebas aktif,” ujar Mayyasari.

Selain membangun kerja sama industri yang strategis, Menhan Sjafrie juga membangun investasi strategis.

Baca Juga: Steve Forbes: Dunia Butuhkan Pemimpin Kuat dan Visioner Seperti Prabowo

“Investasi sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi kerja sama pertahanan jangka panjang untuk memperkuat pertahanan dan militer Indonesia,” kata Mayyasari.

Mayyasari menilai, kunjungan Sjafrie ke Bosnia dan Pakistan juga memiliki tujuan yang lebih kurang sama, yakni mengupayakan kemandirian industri pertahanan untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi luar negeri.

“Dengan demikian, Indonesia bisa berkontribusi aktif terhadap ketahanan dan stabilitas keamanan regional maupun internasional (security global), terkhusus dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis global yang kompleks dan unpredictable,” ujar Mayyasari. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.