Rapat dengan AS, Panglima TNI Minta Latma Garuda Shield Ditambah Materi Siber

Jakarta, IDM - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto melalui mengadakan pertemuan bilateral dengan The U.S. Chairmant Of Joint Cheifs Of Staff (CJCS), General Charles Q. Brown, JR., melalui video converence, bertempat di ruang Kosasih, Kodam III Siliwangi, Bandung, Jawa barat, Senin (18/11).
Baca Juga: Patroli Bersama di Selat Malaka, Angkatan Laut RI-Malaysia Libatkan 4 Kapal Perang
Dilansir keterangan dari Puspen TNI, Selasa, (19/11) mengawali pembicaraan tersebut Panglima TNI mengucapkan terima kasih atas komitmen Pemerintah AS, Kepala Staf Gabungan USINDOPACOM untuk terus memperkuat hubungan pertahanan bilateral dengan Indonesia terutama pada bidang pertahanan militer.
Lebih lanjut Agus menanggapi terkait Latihan Gabungan Bersama Super Garuda Shield, yang sebelumnya ada pengusulan peningkatan fasilitas dari USINDOPACOM. Sehingga hal tersebut perlu tindak lanjut agar dapat terwujud untuk meningkatkan fasilitas di Pusat Pelatihan Tempur (Puslatpur) TNI AD di Baturaja, Sumatera Selatan.
Baca Juga: Latihan Peperangan Laut Khusus, Kopaska Dituntut Kuasai Kemampuan Menyusup dengan Selam Tempur
Selanjutnya pada latihan tersebut Panglima TNI menginisiasi penambahan latihan Siber guna meningkatkan Penguasaan teknologi. Mengakhiri Video Conference, kedua belah pihak negara, menyetujui adanya asosiasi yang mampu meningkatkan keakraban hubungan pertahanan militer kedua negara di masa depan.
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































