Patroli Bersama di Selat Malaka, Angkatan Laut RI-Malaysia Libatkan 4 Kapal Perang

Jakarta, IDM – Sebanyak 4 kapal perang dari TNI AL dan Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) dilibatkan dalam patroli terkoordinasi Malaysia-Indonesia (Patkor Malindo) dengan sandi operasi 166/24. Kegiatan patroli ini digelar di wilayah Selat Malaka.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama I.M Wira Hady menjelaskan, TNI AL mengerahkan 2 kapal patroli cepat 40 meter dari Lantamal I dan Lantamal IV, yakni KRI Torani-860 dan KRI Bubara-868.
"Sedangkan TLDM juga mengerahkan 2 unsur kapal perangnya, yaitu KD Laksamana Muhammad Amin-136 dan KD Mahamiru-11," jelas Wira, dikutip dalam keterangannya di Jakarta, Senin (18/11).
Baca Juga: Warga Perbatasan NTT Diminta Serahkan Senjata, Takut Digunakan untuk Perang Adat
Adapun Patkor Malindo 166/24 resmi dibuka oleh Komandan Satuan Patroli (Satrol) Lantamal I Kolonel Laut (P) Ristanto Putro di Belawan, Sumatra Utara, Minggu (17/11).

Pada kesempatan tersebut, Ristanto menyampaikan Patkor Malindo mempunyai arti penting dalam meningkatkan kerja sama TNI AL dan TLDM untuk mengamankan Selat Malaka terhadap berbagai aktivitas ilegal.
"Patroli terkoordinasi ini juga sebagai salah satu upaya meningkatkan profesionalisme serta memperkuat hubungan dan semangat Navy Brotherhood antara angkatan laut kedua negara," ujar Ristanto, dikutip dari keterangan Dispenal.
Baca Juga: Sebanyak 450 Prajurit Iskandar Muda Aceh Dikirim ke Papua
Aktivitas di Selat Malaka merupakan salah satu yang tersibuk di dunia sebagai Sea Line of Communication (SLOC) dan Sea Line of Trade (SLOT) sehingga berbagai kepentingan nasional maupun internasional terjadi di wilayah tersebut. Isu mengenai keamanan maritim menjadi tanggung jawab negara pantai.
"Oleh karena itu, kehadiran TNI AL dan TLDM sangat signifikan dalam melawan illegal activities sebagai wujud sense of security di kawasan ini," lanjutnya.
Sebelumnya, pada Juni 2024, TNI AL dan TLDM juga telah melaksanakan Patkor Malindo dengan sandi operasi 164/24. Saat itu, TNI AL menugaskan KRI Torani-860 dan KRI Krait-827 sedangkan TLDM menurunkan KD Handalan dan KD Jerai. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































