SUPER GARUDA SHIELD

Persiapan Latgab TNI 2023, Marinir Uji Rantis Amfibi Legendaris Kapa K61

Yonkapa 2 Marinir
Prajurit Yonkapa 2 Marinir melaksanakan uji kedap Kapa K61 dalam rangka persiapan Super Garuda Shield 2023. (Foto: Dok. Pasmar 2)

Jakarta, IDM - Prajurit Batalyon Kendaraan Amfibi Pengangkut Artileri (Yonkapa) 2 Marinir melaksanakan pemeliharaan dan perawatan secara berkala Kapa K61, Surabaya, Kamis (20/7).

Dikutip dari keterangan Pasmar 2, pelaksanaan uji kedap kendaraan taktis (Rantis) Kapa K61 dalam rangka menghadapi latihan militer gabungan Super Garuda Shield 2023 pada Agustus mendatang.

Kegiatan uji kedap adalah prosedur utama yang harus dilaksanakan untuk memastikan kesiapan Kapa K61 sesuai standarisasi dan sertifikasi dari
Dinas Kelaikan Material Angkatan Laut (Dislaikmatal).

Baca Juga: Bakamla RI Evakuasi 8 PMI Ilegal di Dumai

Selain itu, juga bertujuan meyakinkan kru pengawak kendaraan taktis Kapa K61 sebelum melaksanakan latihan maupun operasi di medan tugas yang diamanatkan oleh Korps Marinir.

Komandan Batalyon Kapa 2 Marinir Mayor (Mar) Imam Wahyudi, menyampaikan uji kedap tersebut adalah bentuk profesionalisme prajurit 'Ksatria Perkasa' yang menjadi bagian dari pasukan Kavaleri Marinir.

Yonkapa 2 Marinir
(Foto: Dok. Pasmar 2)

"Manfaatkan semaksimal mungkin untuk memahami karakteristik serta mengoperasionalkan kendaraan tempur yang diawaki sesuai prosedur," kata Imam.

Baca Juga: Profil Pangkoarmada I Laksda Achmad Wibisono, Putra Dankormar Ke-8 Aminullah

Kapa K61 'Si Penyambung Lidah Operasi Amfibi'

Kapa K61 yang berusia hampir 60 tahun beroperasi di Indonesia ini merupakan alutsista legendaris Korps Marinir yang berperan mendukung banyak operasi tempur dan aktif dalam beberapa kali operasi kemanusiaan, seperti evakuasi saat banjir.

Kendaraan taktis ini termasuk dalam jenis kendaraan taktis atau rantis. Kondisinya pun disebutkan masih terawat dengan baik. Kapa K61 berperan utama membawa senjata artileri dari Landing Ship Tank (LST) atau Landing Platorm Dock (LPD) hingga menuju area daratan.

Bobot maksimal Kapa K61 adalah 14.000 kilogram, dengan berat di air 9.550 kilogram, dan berat di darat 12.550 kilogram. Selain bisa beroperasi di laut, Kapa K61 juga cocok untuk mengarungi sungai.

Baca Juga: Digelar Akhir Juli, Panglima Yudo Bakal Pimpin Latgab TNI 2023

Kapasitas angkut Kapa K61 mencapai tiga ton saat melaju di darat. Alutsista ini bisa mengangkut hingga lima ton saat melaju di air.

Seperti halnya rantis peninggalan perang dingin, Kapa K61 juga banyak dipakai oleh negara-negara sehabat Uni Soviet di Asia Tenggara, salah satunya adalah Vietnam.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.