TNI Bahas Rangkaian Materi Latihan Super Garuda Shield 2024

Jakarta, IDM - Wakil Asisten Operasi (Waasops) Panglima TNI Marsekal Pertama M. Taufiq Arasj membahas rencana sejumlah materi latihan Super Garuda Shield 2024 di Jakarta, Jumat (3/5).
Pada penutupan konferensi rencana akhir (FPC) Super Garuda Shield 2024, masing-masing working group membahas data dan fakta yang didapat dari hasil tinjau medan hingga penyempurnaan serta sinkronisasi skenario latihan Super Garuda Shield 2024.
Dalam kegiatan Final Planning Conference tersebut, dibahas rencana sejumlah materi latihan yang di antaranya Staff Exercise, Multinational Force, Field Training Exercise, Combined Armed Live Fire Exercise, Hirain atau C-Rain, Logistics and Protocol, Life Fire Exercise, Amphibious, Airborne, dan Encap.
Baca Juga: Detik-detik TNI Evakuasi Remaja 20 Tahun yang Tewas Ditembak OPM di Intan Jaya
"Diharapkan hal-hal yang disepakati bersama dapat dijadikan pedoman dalam menyelenggarakan latihan. Gunakan waktu yang ada untuk meneliti dan menyempurnakan kembali hal-hal terkait penyelenggaraan latihan," ujar Taufiq dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Sabtu (4/5).

Pada kesempatan yang sama, Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 5 Marinir Letkol (Mar) Ahmad Fauzi, menjelaskan melalui mekanisme latihan tersebut para prajurit dapat mengukur kesiapan personel dan material.
"Sekaligus menguji keterpaduan antara seluruh komponen dalam melaksanakan operasi militer untuk perang yang merupakan salah satu tugas TNI sebagai alat pertahanan negara," kata Ahmad.
Menurutnya, pemahaman terhadap doktrin dan kemampuan dalam menyusun langkah perencanaan operasi akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap keberhasilan latihan serta konsep operasi gabungan yang direncanakan.
Super Garuda Shield 2024 dijadwalkan berlangsung pada akhir Agustus sampai dengan awal September. Latihan gabungan bersama ini akan diikuti oleh militer dari 18 negara, yakni Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Jepang, India, Kanada.
Ada pula pasukan militer dari Korea Selatan, Jerman, Prancis, Inggris, Selandia Baru, Belanda, Singapura, Malaysia, Timor Leste, Vietnam, dan Thailand.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































