SUPER GARUDA SHIELD

Perbedaan Doktrin Militer Antarnegara, Begini Cara TNI Pimpin Operasi Gabungan di Super Garuda Shield 2024

Komandan Kodiklat (Dankodiklat) TNI Laksamana Madya Maman Firmansyah saat menghadiri puncak latihan gabungab Super Garuda Shield 2024 di Situbondo, Jawa Timur, Kamis (5/9). (Foto: Dok. IDM/Septo Kun Wijaya)
Komandan Kodiklat (Dankodiklat) TNI Laksamana Madya Maman Firmansyah saat menghadiri puncak latihan gabungab Super Garuda Shield 2024 di Situbondo, Jawa Timur, Kamis (5/9). (Foto: Dok. IDM/Septo Kun Wijaya)

Jakarta, IDM – Pelaksanaan latihan gabungan bersama Super Garuda Shield 2024 menjadi pengalaman bagi TNI untuk memimpin operasi gabungan dari pasukan multinasional sejumlah negara yang saling memiliki perbedaan doktrin pertempuran.

Menurut Komandan Komando Pendidikan Latihan (Dankodiklat) TNI Laksamana Madya Maman Firmansyah, perbedaan doktrin merupakan hal yang patut dimaklumi. Namun, dia menekankan pentingnya TNI untuk mampu membaca pola militer setiap negara dalam menyukseskan operasi gabungan.

Baca Juga: Interopabilitas 4 Negara dalam Operasi Amfibi Super Garuda Shield 2024

"Jadi, doktrin (militer setiap negara) itu berbeda, tetapi dalam pelaksanaan (operasi) hampir sama. Kami (TNI) tinggal melihat atau mencontoh dari mereka itu," kata Maman usai kegiatan operasi amfibi di Situbondo, Jawa Timur, Kamis (5/9).

Maman mengungkapkan cara TNI dalam mengenal dan mempelajari perbedaan doktrin tempur menjadi operasi yang solid ialah dengan cara berbagi pengalaman dengan antarpasukan negara peserta latihan.

"Berbagi pengalamannya itu yang paling penting di sana, interopabilitasnya sangat penting. Kami melihat bagimana cara (pola militer) Amerika seperti apa, lalu kami akan demikian. Pengalaman menjadikan yang terbaik bagi kami, TNI," ungkap Maman.

Oleh karena itu, pada latihan tahun ini terdapat materi staff exercise (Stafex) di Surabaya, Kamis (29/8) lalu. Para prajurit antarnegara saling belajar dengan berkolaborasi dan berinteraksi dalam penyelesaian permasalahan skenario latihan dan memperkuat kerja sama lintas batas.

Baca Juga: KSAD Ungkap Pentingnya Gotong Royong dan Kebersamaan

Adapun staff exercise yang biasa dikenal dengan istilah geladi posko merupakan metode latihan taktis tanpa pasukan yang bertujuan memelihara dan meningkatkan prosedur hubungan komandan dan staf dalam merencanakan, mempersiapkan, dan melaksanakan operasi militer utamanya pada proses pengambilan keputusan. 

Materi yang dilatihkan dalam staff exercise ini terkait kemampuan cara proses pengambilan keputusan militer serta koordinasi antarnegara dalam menyelesaikan misi yang diskenariokan.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.