Gemuruh Artileri 'Ramaikan' Situbondo, 880 Prajurit Multinasional Serang Pertahanan Udara Musuh

Jakarta, IDM – Sebanyak 880 prajurit dari pasukan multinasional yang terdiri dari Indonesia, Amerika Serikat, Singapura, Jepang, Inggris, dan Australia berupaya melumpuhkan musuh yang menguasai daerah Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Jumat (6/9).
Ratusan prajurit yang tergabung dalam latihan gabungan bersama Super Garuda Shield 2024 tersebut melaksanakan skenario materi penembakan langsung atau Combine Arm Life Fire Exercise (Calfex).
Baca Juga: SGS 2024, Aksi Pesawat Tempur F-16 Skadron Udara 14 dalam Misi Combine Arms Live Fire Exercise
"Calfex merupakan "gong" dari keseluruhan latihan Super Garuda Shield, karena di sana mengembangkan semua kegiatan dari seluruh personel darat, laut, dan udara," jelas Komandan Komando Latihan (Dankodiklat) TNI Laksamana Madya Maman Firmansyah.

"Skenarionya, musuh memiliki kekuatan pertahanan udara dan pusat kendali operasi. Model pertempuran di Calfex ini ialah artillery strike untuk melumpuhkan objek vital," tambahnya.
Baca Juga: Soal Tunjangan Kinerja Prajurit, Panglima TNI: Pas-pasan, Makan Rp100 Ribu untuk Sekeluarga
Pantauan Indonesia Defense Magazine di lokasi, serangan diawali dengan penembakan roket dari 2 unit HIMARS Amerika Serikat ke area target. Kemudian, disusul serangan roket dari TNI AD menggunakan 2 unit MLRS Astros, dan dibombardir oleh MLRS Vampire milik Marinir TNI AL.

Masih di artileri medan, pertahanan musuh kembali digempur dengan dukungan tembakan jarak menengah oleh 3 unit meriam Howitzer 105 mm dari Marinir TNI AL dan Amerika Serikat serta prajurit TNI AD. Selain Howitzer, mortir 81 mm dan 120 mm juga ikut terlibat pada firing position.

Lalu, unsur udara dari TNI turut memainkan perannya pada pertempuran ini. Tampak di langit Baluran, Situbondo, melesat 2 unit pesawat tempur F-16 Super Falcon dan EMB-314 Super Tucano milik TNI AU sembari menurunkan bom ke titik area musuh di daratan.
Baca Juga: Super Garuda Shield sebagai Upaya TNI Adopsi Model Pertempuran Masa Depan
Tak lama setelahnya, 2 unit helikopter Chinook dan 2 unit helikopter Blackhawk menurunkan pasukan Angkatan Bersenjata dari Inggris, Australia, dan Amerika Serikat untuk manuver pasukan darat dalam mengamankan area pertempuran.
Pascadua jam arena pertempuran digempur oleh penembakan artileri berat dan serbuan pasukan darat, latihan diakhiri dengan skenario 2 unit helikopter Caracal milik TNI AU terbang ke area inti untuk menurunkan rescue jumper dan melakukan evakuasi medis terhadap prajurit saat tempur.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































