SUPER GARUDA SHIELD

AS Jadi Kontingen Luar Negeri Terbanyak di Super Garuda Shield 2025, Boyong 1.347 Personel

Kapuspen TNI Mayjen Kristomei Sianturi
Kapuspen TNI Mayjen Kristomei Sianturi, menuturkan AS jadi negara yang mengirimkan prajurit terbanyak dari luar negeri untuk ikut Super Garuda Shield (SGS) 2025. (IDM/Septo Kun Wijaya)

Jakarta, IDM – Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Kristomei Sianturi, menuturkan AS jadi negara yang mengirimkan prajurit terbanyak dari luar negeri untuk ikut serta dalam latihan gabungan bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) 2025.

Kristomei menyebut, dari 6.501 personel seluruh negara, AS mengirimkan 1.347 prajurit. Sedangkan tuan rumah Indonesia mengirimkan 4.105 pasukan.

“Indonesia mengirimkan 4.105 pasukan, kemudian Amerika Serikat 1.347 (personel)," ungkap Kristomei usai pembukaan Super Garuda Shield 2025 di Gedung Yos Soedarso, Seskoal, Jakarta, Senin (25/8).

Baca Juga: Pangkodau I Beri Penghargaan kepada 9 Prajurit Lanud Supadio

Selain Indonesia dan AS, latihan gabungan juga diikuti Australia (254 personel), Jepang (490), Korea Selatan (100), Belanda (84), Singapura (62), Kanada (35), Perancis (10), Jerman (4), Brasil (4), Inggris (3), dan Selandia Baru (3).

Kemudian, beberapa negara juga mengirimkan alutsista, di antaranya Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Jepang, dan Perancis.

Latihan SGS 2025 diadakan pada 25 Agustus hingga 4 September di sejumlah lokasi, yakni Jakarta, Baturaja, dan Dabo Singkep.

Baca Juga: Latihan Gabungan Super Garuda Shield 2025 Diikuti 6.501 Personel dari 13 Negara

Kemudian, ada 22 pengamat dari 12 negara, termasuk Malaysia, Brasil, Kanada, Perancis, Belanda, Inggris, Jerman, Selandia Baru, Papua Nugini, Kamboja, India, dan Timor Leste.

Kristomei membeberkan, SGS bertujuan meningkatkan kerja sama pertahanan sekaligus membangun diplomasi strategis antara Indonesia dengan negara sahabat.

“Ini juga untuk meningkatkan kemampuan atau skill dari prajurit-prajurit kita, baik di negara kita sendiri maupun negara-negara yang ikut terlibat dalam latihan ini, sehingga ada yang saling pengertian, ada yang hubungan person to person contact, yang tentunya akan sangat bermanfaat bagi negara kita, bagi negara-negara terlibat," tandas Kristomei.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.