Super Garuda Shield, KSAL Tegaskan Situasi Natuna Utara Masih Aman

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, menepis isu gawatnya situasi di perairan Natuna Utara, pascagelaran Super Garuda Shield 2022. Yudo menegaskan, jika selama ini dia masih berkantor di Jakarta, dipastikan Natuna Utara masih dalam situasi aman.
"Super Garuda Shield, tidak ada pengaruhnya terhadap situasi di Natuna Utara. Kalau benar situasi tidak aman, saya tidak mungkin ada di sini, pasti berkantor di sana," tegas Yudo kepada para awak media, Tanjung Priok, Jakarta, Senin (8/8).
Yudo menegaskan, lokasi latihan Super Garuda Shield 2022 yang digelar bersama sejumlah negara sahabat, seperti US Navy dan Singapura di kawasan Indo-Pasifik, memang daerah latihan TNI AL. Oleh karena itu, latihan perang laut maupun operasi pendaratan amfibi di sana tidak akan mempengaruhi situasi di Natuna Utara yang berbatasan dengan wilayah perairan China.
"Latihan kemarin tidak ada pengaruhnya. Makanya, kemarin saya on board di situ untuk mengawal latihan, agar tidak mengembang kemana-kemana," ungkap Yudo.
Untuk menekankan situasi di perairan Natuna Utara masih aman terkendali, Yudo menjelaskan, saat ini jajaran TNI AL telah memposisikan empat buah kapal perang yang memang secara rutin melakukan patroli di wilayah perairan Natuna Utara.
Dalam Super Garuda Shield 2022, TNI AL mengerahkan KRI Bung Tomo-357, KRI Frans Kaisepo-368, KRI John Lie-358, KRI Makassar-590, helikopter AKS Panther HS-1310, helikopter AKS Panther HS-1311, lima tank jenis LVT-7 Marinir, tank BMP-3F, dan satu kompi Infanteri Mekanis serta dua tim Taifib.
Sementara itu, US Navy yang mengerahkan 448 personel dari Komando Pasifik Amerika Serikat (United States Indo Pacific Command), menugaskan USS Charleston (LCS-18), USS Green Bay (LPD-20), satu P-8 Posiedon, dan 1 pleton Amphibious Recon. Lalu, Republic Singapore Navy (RSN) mengerahkan 151 personel, yaitu anak buah kapal (abk) dari RSS Supreme (FFG-73), dan RSS Resolution (LST-208).
Sejumlah kapal perang dari ketiga negara itu, melaksanakan serial latihan Communication Exercise (Comex), Manouvering Exercise, Photo Exercise (Photoex), SAR Exercise/Man Overboard (MOB), Maritime Interdiction Operation (MIO), Visit Board, Search, Seizure (VBSS) dan Naval Gunfire Support (NGS)/BTK serta Amphibiex.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































