Super Garuda Shield 2025, AS Boyong Black Hawk, Apache Hingga Panther Caracal

Jakarta, IDM – Amerika Serikat (AS) kembali berpartisipasi dalam latihan multinasional Super Garuda Shield pada tahun ini.
AS jadi negara yang mengirimkan prajurit terbanyak untuk ikut serta dalam Super Garuda Shield, dengan mengirimkan 1.347 prajurit. Sedangkan, Indonesia mengerahkan 4.105 pasukan.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Kristomei Sianturi menyebut AS turut memboyong alutsista seperti helikopter serbaguna Black Hawk, Apache, Panther hingga Caracal.
Baca Juga: Soal Impor Alutsista, Indonesia Perlu Kejelasan Prioritas Pengadaan yang Efektif dan Efisien
“Jadi kan skenario latihan ini juga sudah dibuat, sehingga apa sih latihan yang melibatkan alutsista itu sudah kita pikirkan, sehingga masing-masing negara sudah mengirimkan alutsistanya ke sini,” ungkap Kristomei, yang dikutip Selasa (26/8).
Tak hanya itu, Kristomei menyebut AS juga bakal memberikan materi-materi latihan yang tentunya berkaitan dengan kegiatan-kegiatan humanitarian assistance and disaster relief (HADR) dalam rangka membantu bencana alam.
“Jadi fokusnya tidak hanya operasi tempur, tapi juga operasi militer selain perang,” tandas Kristomei.
Adapun Latgabma Super Garuda Shield 2025 yang dibuka pada 25 Agustus akan berlangsung hingga 4 September mendatang.
Latihan tahun ini diikuti 6.501 personel dari TNI dan 12 negara sahabat, serta menghadirkan perwira pengamat atau observer dari 12 negara lain.
Baca Juga: Diapresiasi Prabowo, Detasemen Musik Paspampres Hingga Prajurit Kowad Dapat Penghargaan
Negara yang mengirimkan pasukan antara lain Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Kanada, Inggris, Jerman, Prancis, Belanda, Brasil, Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Selandia Baru.
Sementara negara observernya India, Malaysia, Kamboja, Timor Leste, dan Papua Nugini.
Selain cyberex, materi yang dilatihkan antara lain staffex atau materi mengenai prosedur pengambilan keputusan kepemimpinan dan perintah operasi; airbone ops atau operasi lintas udara; sistem distribusi logistik; penyerbuan gabungan; pertempuran hutan; latihan operasi pasukan khusus; engineer civil action project; hingga pendaratan amfibi.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































