SUPER GARUDA SHIELD

Sembilan Materi Pelatihan Akan Diberikan di Super Garuda Shield 2025, Ada Penanggulangan Ancaman Siber

IPC Super Garuda Shield 2025.
IPC (initial planning conferense) Latma Super Garuda Shield 2025 di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (14/22025). (Foto: Dok. Pasmar 1)

Jakarta, IDM – Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Kristomei Sianturi menjelaskan bahwa ada sembilan materi yang akan dilatihkan dalam latihan gabungan bersama (Latgabma) Super Garuda Shield.

Materi pertama adalah staffex atau materi mengenai prosedur pengambilan keputusan kepemimpinan dan perintah operasi. Staffex ini akan dilakukan di Sekolah Staf dan Komando TNI AL (Seskoal), Jakarta.

Kemudian, materi cyberex yaitu mengidentifikasi, mengamankan, mempertahankan dari ancaman siber. “Latihan cyberex digelar di Markas Satuan Siber TNI,” ujar Kristomei kepada Indonesia Defense Magazine (IDM), Senin (30/6).

Baca Juga: Marinir Cek Kesiapan Personel dan Material Jelang Pengukuhan Bintang Tiga Dankormar

Materi cyberex dilatihkan dalam Super Garuda Shield ini sebelumnya pernah diusulkan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto saat bertemu Ketua Staf Gabungan AS Jenderal Charles Q Brown pada November 2024.

Materi selanjutnya adalah airbone ops atau operasi lintas udara dan penerjunan bebas; cargo delivery system atau sistem distribusi logistik; joint strike atau penyerbuan gabungan; jungle FTX atau pertempuran hutan; special operation force atau latihan operasi pasukan khusus hingga operasi amfibi yang akan dilakukan Marinir negara peserta.

Terakhir, materi engineer civil action project atau pembangunan sarana dan prasarana desa dan combine arm life fire exercise atau CALFEX (materi mengenai latihan tembakan munisi tajam terintegrasi antar-kecabangan).

Kristomei mengatakan, materi seperti penyerbuan gabungan dan jungle FTX atau pertempuran hutan akan digelar Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklat TNI AD Baturaja, Sumatera Selatan.

Sementara materi operasi amfibi dilaksanakan di Puslatpur 9 Marinir Dabo Singkep, Pasuruan, Jawa Timur.

Baca Juga: TNI AU Kirim 2 Personel Penerangan ke PAO SMEE di Hawaii

Rangkaian latihan akan digelar 25 Agustus hingga 4 September 2025. Terdapat 16 negara, terdiri dari negara pengirim pasukan dan negara peninjau (observer), yang ikut dalam Super Garuda Shield kali ini.

Negara-negara tersebut antara lain Amerika Serikat, Indonesia, Australia, Kanada, Inggris, Jepang, Korea Selatan, Belanda, Selandia Baru, Singapura, Jerman, India, Prancis, Papua Nugini, Kamboja, dan Brazil.

Adapun Super Garuda Shield merupakan latihan militer bersama skala besar yang digelar rutin setiap tahun, melibatkan AS dan Indonesia bersama beberapa negara mitra, yang bertujuan meningkatkan interoperabilitas dan kemampuan militer di kawasan Indo-Pasifik.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.