Sambut Garuda Shield, Yonkes 2/Divif 2 Kostrad Berangkat ke Baturaja

Jakarta, IDM - Menyambut pelaksanaan kegiatan latihan Gabungan Bersama Super Garuda Shield (Latgabma Super GS) TA 2022, Yonkes 2/Divif 2 Kostrad melaksanakan Pergeseran Pasukan (Serpas) personel dan materiil menuju daerah latihan Puslatpur Baturaja, Sumatera Selatan, Senin, (25/7).
Danyonkes 2/Divif 2 Kostrad Letnan Kolonel Ckm Agung Siswanto, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian latihan yang akan dilaksanakan merupakan bentuk profesionalitas prajurit dalam memberikan dukungan kesehatan dan pelayanan kesehatan di segala kondisi medan yang ada.
“Kami akan melaksanakan pengecekan baik personil maupun materiil di beberapa lokasi check point agar kondisi kendaraan dan personel dapat diketahui,” kata Agung.
Latgabma Super GS akan digelar awal Agustus tahun 2022. Menurut US Chairman of The Joint Chief of Staff General Mark A. Milley, lebih dari 4.000 personil tentara AS siap diterjunkan dalam latihan ini, termasuk 2.000 personil dari Indonesia, dan juga dari beberapa negara lain seperti Jepang, Australia, Singapura.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































