SUPER GARUDA SHIELD

Pesawat Tempur T-50i Golden Eagle TNI AU Sukses Lakukan Misi Close Air Support

Pesawat Tempur T-50i Golden Eagle TNI AU Sukses Lakukan Misi Close Air Support
Pesawat Tempur T-50i Golden Eagle TNI AU Sukses Lakukan Misi Close Air Support

Jakarta, IDM – Sebanyak dua unit pesawat tempur T-50i Golden Eagle yang dikerahkan TNI Angkatan Udara (TNI AU) dalam latihan gabungan multinasional (latgabma) Super Garuda Shield 2024 berhasil melakukan misi Close Air Support yang digelar di Situbondo, Jawa Timur, pada beberapa waktu lalu.

“Misi CAS ini merupakan bagian dari skenario Amphibious Exercise yang digelar di Pantai Banongan, Situbondo,” tulis TNI AU dalam keterangan resminya yang dikutip Minggu (8/9).

Kedua pesawat T-50i Golden Eagle tersebut masing-masing memiliki nomor registrasi (tail number) TT-5010 dan TT-5011 yang berasal dari Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi, Magetan.

Baca Juga: Jepang: Latgabma Super Garuda Shield Jadi Solusi Konflik di Indo-Pasifik

Para penerbang TNI AU yang bertindak sebagai pilot pada misi kali ini adalah Letkol Pnb Hendry “Buldog” Yulavitra Y. dan Lettu Pnb L. Hasnan “Hyppo” Pamungkas dengan pesawat TT-5010. Sementara itu, pesawat TT-5011 diawaki oleh Lettu Pnb Dwikie “Doxie” Ginanjar F.

Pengerahan kedua pesawat tersebut bertujuan untuk menetralisir sasaran musuh di area operasi, serta memfasilitasi pergerakan pasukan darat yang tengah melaksanakan Operasi Amfibi untuk merebut wilayah sasaran.

JTAC
Tim Joint Terminal Attack Controller (JTAC) Denmatra 2 Kopasgat yang ambil bagian dalam Latgabma Super Garuda Shield 2024. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

“Latihan ini menjadi kesempatan berharga bagi para penerbang T-50 untuk menguji kemampuan dalam menjalankan misi tempur yang kompleks. Latihan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis para penerbang, tetapi juga memperkuat kerja sama taktis dengan pasukan darat dan laut, serta militer negara-negara sahabat,” ungkap Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI Firman Dwi Cahyono.

Baca Juga: Pengamat Militer Nilai Lawatan Prabowo ke Sejumlah Negara ASEAN sebagai Langkah Strategis

Selain dukungan udara, dalam Latgabma Super Garuda Shield 2024, TNI AU turut mengerahkan tim JTAC (Joint Terminal Attack Controller) dari Denmatra 2 Kopasgat, di bawah pimpinan oleh Kapten Pas Archie Arpega.

“Tim JTAC melaksanakan Amphibious Operation di Pantai Banongan Situbondo dan CALFEX di Pusat Latihan Tempur. Tim JTAC berhasil memberikan arahan presisi untuk misi CAS, memastikan serangan udara tepat sasaran, menghindari kerusakan kolateral, serta mencegah insiden friendly fire,” jelas TNI AU.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.