SUPER GARUDA SHIELD

Pertahanan Siber Dilatihkan dalam Super Garuda Shield 2025, Kapuspen: Belajar dari Perang Rusia-Ukraina

Pembukaan Super Garuda Shield 2025
Pembukaan Super Garuda Shield 2025 di Seskoal, Jakarta Selatan, Senin (25/8/2025). (IDM/Septo Kun Wijaya)

Jakarta, IDM – Penanganan ancaman siber masuk dalam rangkaian materi yang akan dilatihkan dalam latihan gabungan bersama Super Garuda Shield 2025.

Materi cyberex dilatihkan untuk mengidentifikasi, mengamankan, dan mempertahankan diri dari ancaman siber.

“Untuk siber, kami lebih memfokuskan kepada cyber defense (pertahanan siber),” ujar Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Kristomei Sianturi ditemui usai pembukaan Super Garuda Shield di Markas Seskoal, Jakarta Selatan, Senin (25/8).

Baca Juga: KRI Brawijaya-320 Sandar di UEA, Gelar Tur Kapal hingga Latihan di Laut Arab

Para peserta akan berlatih bertahan dari serangan-serangan siber dari luar. “Kami juga belajar dari pertempuran Ukraina dan Rusia dan sebagainya, dan memang skenario sudah dibuat seperti itu,” kata Kristomei.

Adapun materi penanganan siber atau cyberex akan digelar di Markas Satuan Siber TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.

Latgabma Super Garuda Shield 2025 yang dibuka pada hari ini, akan berlangsung hingga 4 September mendatang.

Latihan tahun ini diikuti 6.501 personel dari TNI dan 12 negara sahabat, serta menghadirkan perwira pengamat atau observer dari 12 negara lain.

Baca Juga: AS Jadi Kontingen Luar Negeri Terbanyak di Super Garuda Shield 2025, Boyong 1.347 Personel

Negara yang mengirimkan pasukan antara lain Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Kanada, Inggris, Jerman, Prancis, Belanda, Brasil, Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Selandia Baru.

Sementara negara observernya India, Malaysia, Kamboja, Timor Leste, dan Papua Nugini.

Selain cyberex, materi yang dilatihkan antara lain staffex atau materi mengenai prosedur pengambilan keputusan kepemimpinan dan perintah operasi; airbone ops atau operasi lintas udara; sistem distribusi logistik; penyerbuan gabungan; pertempuran hutan; latihan operasi pasukan khusus; engineer civil action project; hingga pendaratan amfibi.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.