Panglima TNI Ajak Militer Thailand Ikut Super Garuda Shield 2023

Jakarta, IDM - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menerima kunjungan Atase Pertahanan Thailand Group Captain Chayot Sawansan, di Mabes TNI, Jakarta, Sabtu (15/10). Andika mengajak militer Thailand ikut serta berpartisipasi dalam latihan 'Super Garuda Shield' 2023.
“Sangat bagus bagi prajurit TNI untuk bisa turut ambil bagian dalam berbagai latihan multinasional,” kata Andika, dikutip dari YouTube Puspen TNI, Senin (17/10).
Selain itu, Andika mengatakan pertemuannya dengan Sawansan adalah bagian dari penguatan hubungan bilateral antara Indonesia dengan Thailand. Pertemuan ini menjadi ruang diskusi bagi keduanya untuk saling mengenal satu sama lain.
Selain itu, diskusi antara Andika dan Sawansan juga membahas terkait berbagai latihan bersama yang digelar di Thailand, di mana TNI juga turut berpartisipasi.
Sawansan mengatakan, kekuatan militer di Thailand terus melakukan peningkatan dan pembaruan. "Kami memiliki latihan tempur yang melibatkan 15 negara," ujarnya.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































