Latihan Gabungan Bersama Super Garuda Shield Tahun 2023 Resmi Ditutup

Jakarta, IDM - Latihan Super Garuda Shield 2023 resmi ditutup oleh Kasum TNI Letjen TNI Bambang Ismawan yang dilaksanakan di Lapangan Mako Puslatpur Marinir 5 Baluran, Ds. Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Rabu, (13/9/2023).
Dilansir keterangan Penkostrad, Kamis, (14/9) Latgabma Super Garuda Shield yang melibatkan pasukan gabungan multinasional tiga matra Darat, Laut, Udara selain mendorong kerjasama regional maupun internasional serta interaksi budaya, latihan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan interoperabilitas militer negara-negara yang berpartisipasi dalam melakukan operasi gabungan tidak hanya antar matra namun juga antar negara dengan berbagai tingkat kesulitan karena perbedaan dalam doktrin.
Baca Juga: Kadispenad: Prajurit TNI AD Siap Jalani Tugas di Papua Walaupun Tunjangan Relatif
Dalam sambutan Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono yang dibacakan oleh Kasum TNI menyampaikan bahwa Latgabma Super Garuda Shield merupakan suatu upaya untuk meningkatkan hubungan multilateral antar negara yang direfleksikan dalam bentuk komitmen persahabatan antar negara sebagai kemitraan strategis yang berperan penting dalam keharmonisan pertahanan dan keamanan.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































