SUPER GARUDA SHIELD

Kapal Perang Jepang JS Osumi Tiba di Jakarta, Persiapan Super Garuda Shield 2025

Kapal Perang Jerman JS Osumi (LST-4001)
Kapal perang milik Angkatan Laut Jepang, JS Osumi (LST-4001) sandar di Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (23/8). (Foto: Dok. Dispen Kodaeral III)

Jakarta, IDM – Komando Daerah TNI AL (Kodaeral) III menyambut kedatangan kapal perang milik Angkatan Laut Jepang, JS Osumi (LST-4001) di Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (23/8).

Komandan Kodaeral III Laksamana Muda Uki Prasetia, mengungkapkan kapal perang jenis pendarat amfibi (LST) itu sandar di Jakarta, untuk persiapan mengikuti latihan gabungan bersama Super Garuda Shield 2025.

"Kapal mengangkut personel Angkatan Laut Jepang (JMSDF) yang akan terlibat dalam latihan gabungan bersama Super Garuda Shield 2025 di Lampung," ungkap Uki, dalam keterangannya.

Baca Juga: 14 Komandan Korem Baru yang Dirotasi Panglima TNI, Ini Daftarnya

Sebelum bertolak ke Lampung, Uki menyatakan kapal perang JS Osumi akan singgah empat hari di Jakarta dan delegasi Angkatan Laut Jepang dijadwalkan mengikut sejumlah agenda bersama para pejabat TNI AL.

"JS Osumi sandar selama empat hari, 25-29 Agustus. Rencananya ada pertemuan bilateral dengan Panglima TNI, kunjungan kehormatan dengan Pangkoarmada RI dan Dankodaeral III, ke Seskoal, hingga ke TMPN Kalibata," katanya.

Uki menilai, kunjungan kapal perang JS Osumi sangat penting untuk meningkatkan hubungan bilateral antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Jepang dan memperkuat kerja sama angkatan laut kedua negara.

"Semoga kunjungan ini dapat meningkatkan rasa persaudaraan diantara kedua Angkatan Laut serta meningkatkan stabilitas kawasan," pungkasnya.

Spesifikasi Kapal Perang JS Osumi

JS Osumi yang dipimpin oleh komandan Saikou Takehiko ini, merupakan salah satu kapal induk pendarat dari tiga unit yang dimiliki Angkatan Laut Jepang.

Baca Juga: Tinjau Kesiapan CMAC, Wakasau Tegaskan Komitmen TNI AU Jaga Ruang Udara Nasional

Selayaknya jenis kapal induk pendarat, JS Osumi memiliki ukuran dek yang besar dan mampu menampung delapan unit helikopter sekelas Sea Hawk di flight deck.

Selain itu, JS Osumi juga terdapat elevator berukuran sedang untuk akses ke area parkir bawah dek kapal. small deck elevators untuk akses ke lower parking deck.

Sebagai kapal pendarat amfibi, JS Osumi mampu membawa dua unit hovercraft Landing Craft Air Cushion (LCAC). Mulai dari 330 – 1.000 personel Marinir dapat diangkut oleh kapal ini, tentu bergantung pada misi dan durasi pelayaran.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.